Jumat, 20 Mei 2011

BUALAN MATIUS 14

ISAPAN JEMPOL
 

Dalam surat ke-15
Matius, penyusun injil ini melaporkan sebuah situasi, dimana para juru tulis dan kaum farisi Yahudi bertanya kepada Yesus mengenai kelalaian murid-muridnya dalam melaksanakan aspek-aspek tertentu dari "tradisi nenek moyang". Konon, Yesus kemudian menggunakan kesempatan ini untuk menentang kemunafikan religius orang-orang yang bertanya kepadanya, dan mengakhiri konfrontasinya dengan mengutip perilaku orang-orang yang bertanya kepadanya sebagai pemenuhan nubuat berdasarkan ayat Yesaya.
 
Kalian munafik! Yesaya meramalkan dengan tepat mengenai kalian ketika ia berkata, "Orang-orang ini menghormatiku dengan bibir mereka, tetapi hati mereka jauh dariku; sia-sia saja mereka menyembahku, dengan mengajarkan pelbagai ajaran sebagai doktrin kepada manusia."1
 
Dalam ayat di atas, penyusun Matius agaknya mengikuti laporan dari Injil Markus,2 meskipun menambahkan frasa "kalin munafik" kepada kata-kata Yesus. Ayat Yesaya tersebut, sebagaimana tampak dalam Matius dan Markus, agaknya diambil dari Septuaginta berbahasa Yunani.3 Pernyataan sebenarnya Yesaya dikutip di bawah ini :
 
Tuhan bersabda: karena orang-orang ini mendekat dengan mulut mereka dan menghormatiku dengan bibir mereka, sementara hati mereka jauh dariku, dan pengabdian mereka padaku adalah satu perintah manusia yang dipelajari melalui hafalan; demikianlah aku akan melakukan hal-hal yang mengherankan dengan orang-orang ini, mengejutkan dan mengherankan. Kearifan dari para bijak mereka akan lenyap, dan kecerdasan orang-orang yang cerdas akan tersembunyi.4

Sebagian perubahan dalam teks Yesaya tersebut bisa dicermati antara teks berbahasa Ibrani, yang dikutip langsung di atas, dan
Septuaginta berbahasa Yunani. Namun demikian, pada umumnya, keterangan tersebut tidak mengalami distorsi, dan juga tidak dikutip di luar konteks yang sebenarnya. Masalahnya adalah bahwa keterangan tersebut bisa diterapkan kepada orang-orang munafik yang ditemui oleh seluruh nabi Allah, bukan hanya mereka yang ditemui oleh Yesus. Kita bisa dengan mudah membayangkan kata-kata ini berasal dari Yohanes Sang Pembaptis, Eliah atau Muhammad, semoga kesejahteraan senantiasa terlimpah atas mereka. Sekali lagi, kain telah dipotong demikian besar dan demikian tak-berbentuk sehingga satu ukuran benar-benar cocok untuk semua.

Sebagai lanturan singkat, kita memiliki banyak kesulitan untuk membayangkan bahwa Yesus mengutip dari versi Yesaya dalam
Septuaginta berbahasa Yunani, alih-alih dari teks berbahasa Ibrani.

Keterangan:
 
1. Matius 15:7-9.
2. Markus 15: 7:6-8.
3. Fenton JC (1973).
4. Yesaya 29:13-14.


 
Wasslaam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar