Minggu, 22 Mei 2011

rupa dan sifat Isa 'Alaihi as-salaam

Apakah ada keterangan yang kuat tentang bentuk rupa dan sifat Isa 'Alaihi as-salaam?

Jawab:

Dalam menafsirkan firman Allah swt. yang artinya: Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (`Isa)159 Imam Ahmad dan Ibn Jarir meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra., dari Nabi saw. tentang bentuk sifat Isa as. Beliau bersabda: "Sesungguhnya dia adalah seorang laki-laki yang berperawakan sedang, berkulit merah agak ke putih, berambut lurus, kepalanya seolah-olah meneteskan air sekalipun tidak basah. "160 Tersebut dalam hadits panjang yang diriwayatkan oleh an-Nuwaas Ibn Sam' an tentang kisah Dajjal dan turunnya Isa di sisi menara putih sebelah timur kota Damaskus di antara dua potong kain yang berwarna kuning sambil meletakkan telapak tangannya di atas sayap dua orang Malaikat. Jika ia menundukkan kepalanya, meneteslah air, dan jika ia mengangkatnya, mengalirlah dari ujungnya air seperti permata. Maka tidak mungkin bagi seorang kafir yang mencium bau nafasnya kecuali ia mati, sementara nafasnya berakhir di mana berakhir batas pandangan matanya.161

Dalam hadits Israa` yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah secara marfu`, Rasulullah saw. telah bersabda: "Aku telah bertemu Isa yang berperawakan sedang berkulit merah, seolah-olah dia baru keluar dari kamar mandi."162 Dan dari Ibn Umar, kata beliau: "Telah bersabda Rasulullah saw., `Aku telah melihat Isa, Musa dan Ibrahim. Adapun Isa, maka ia berkulit merah berambut keriting berdada bidang , , ...163 pari Naafi` ibn Abdullah, Rasulullah saw. bersabda: "Tadi malam aku bermimpi sedang berada di Ka`bah. Tiba-tiba aku melihat seorang laki-laki berkulit sawo matang, terlihat sebagai laki-laki berkulit sawo matang yang paling bagus, terjurai rambutnya di antara dua bahunya, berambut ikal, dari kepalanya menetes air, kedua tangannya ia letakkan di bahu dua orang laki-laki sambil thawaf mengelilingi Ka`bah. Lalu aku bertanya: Siapa orang ini?. Maka mereka berkata: al-Masih Ibn Maryam.164 Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim dan Bukhari. Dan Lafadznya: "Ketika aku sedang tidur, aku bermimpi thawaf di Ka`bah. Tiba-tiba aku bertemu seorang laki-laki berkulit sawo matang, berambut lurus, berjalan di antara dua orang laki-laki, dari kepalanya menetes air".165 Dalam hadits Israa` yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas secara marfu', Rasulullah saw. bersabda: "Aku telah melihat Isa `Alaihi as­salaam. Ia berkulit putih, berambut keriting, bermata tajam dan berperawakan besar.166 Dalam riwayat Baihaqi: "Berperawakan sedang, berkulit merah agak ke putih, berambut lurus.167 Dan dalam hadits panjang yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan disebutkan oleh Ibn Jarir dalam kitab Tafsir-nya pada awal surah al-Israa`: "Kemudian Nabi saw. masuk. Tiba-tiba beliau melihat dua orang pemuda. Lantas beliau bertanya: Ya Jibril, siapa kedua orang pemuda ini?. Jibril berkata: Ini adalah Isa putera Maryam dan Yahya ibn Zakariya yang bersaudara sepupu."168

Dalam kitab Shahih Muslim, dari Abu Hurairah ra., kata beliau: "Rasulullah saw, bersabda, `Sesungguhnya aku telah melihat diriku berada di hajar aswad, sementara orang-orang Quraisy menanyaiku tentang perjalanan israa'ku. Lantas mereka menanyaiku tentang keadaan Baitul Maqdis yang tidak aku ingat persis. Maka akupun merasa kesusahan yang tidak pernah aku rasakan seperti itu. Lalu Allah memperlihatkannya kepadaku sehingga aku dapat melihatnya. Tidaklah mereka menanyaiku tentang sesuatupun kecuali aku dapat memberitahukannya kepada mereka. Dan sesungguhnya aku telah melihat diriku berada dalam sekelompok para nabi. Tiba-tiba aku melihat Musa sedang berdiri melakukan shalat. Ternyata dia adalah seorang laki-laki yang sangat keriting, seolah-olah dia termasuk laki-laki pemarah. Tiba-tiba aku melihat Isa putera Maryam sedang berdiri shalat; orang yang pal­ing mirip dengannya adalah Urwah ibn Mas' ud as Tsaqafi.169 Diriwayatkan oleh at Thabrani dari Ummu Haani' dalam hadits Israa' : "Dan aku melihat Isa putera Maryam berperawakan sedang, berkulit putih agak merah, mirip dengan Urwah ibn Mas' ud as­Tsaqafi".170 Dari semua riwayat-riwayat ini dapatlah diketahui sifat­ sifat Isa as. sebagaimana yang dinyatakan oleh Nabi kita Muhammad saw.171


159. QS. an-Nisaa': 159.
160. Hadits ini diriwayatkan juga oleh at-Thabari dalam kitab Tafsir-nya dengan no. 10835, surah an-Nisaa` (4/361). Diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab al-Musnad (2/406, 437) dari Abu Hurairah ra. Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan no. 4324, kitab: al-Malaahim, bab: Khuruuj ad-Dajjaal dari Abu Hurairah ra. Dan juga diriwayatkan oleh Muslim dengan no. 165/267, kitab: al-Iman, bab: al Israa` bi Rasuulillah saw. dari Ibn Abbas ra.
161.  Hadits ini diriwayatkan oleh Muslirn dengan no. 2137, kitab: al Fitan wa Asyraatu as­Saa`ah, bab: Zikru ad-Dajjaal wa Shifatihi wa maa Ma`ahu, dari an-Nuwaas ibn Sam`aan ra. Dan diriwayatkan oleh Ibn Majah dengan no. 4075, kitab: olFitan, bab: Fitnatu ad-Dajjaal wa Khuruuju lsa ibn Maryam wa Ya'juuj wa Ma'juuj.
162. Diriwayatkan oleh Bukhari dengan no. 3437, kitab: Ahaadist al-Anbiyaa', bab: Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam al-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya . . . (QS. Maryam: 16) dari Abu Hurairah ra. Dan diriwayatkan oleh Muslim dengan no. 168, kitab: al-Imaan, bab: ol-Israo` bi Rasulillahi saw. dari Abu Hurairah ra.
163. Diriwayatkan oleh Bukhari dengan no. 3438, kitab: Ahaadist al-Anbiyaa', bab: Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam al-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya . . . (QS. Maryam: 16) dari Ibn Abbas ra.
164. Diriwayatkan oleh Bukhari dengan no. 3440, kitab: Ahaadist al-Anbiyaa', bab: Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam al-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya . . . (QS. Maryam: 16) dari Naafi` dari Abdullah ra. Dan diriwayatkan oleh Muslim dengan no. 169, kitab: al-Imaan, bab: Zikru ol Masiih Ibn Maryam wa al Masiih ad-Dajjaal, dari Abdullah Ibn Umar ra.
165. Diriwayatkan oleh Bukhari dengan no. 3441, kitab: Ahaadist al-Anbiyaa', bab: Dan ceritakanlah (kisah) Maryam di dalam al-Qur'an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya . . . (QS. Maryam: 16) dari Salim, dari ayahnya. Dan diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab: al-Imaan, bab: Zikru al Masiih Ibn Maryam wa al Masiih ad­Dajjaal, dari Abdullah Ibn Umar ra.
166. Diriwayatkan oleh Ahmad dalam kitab al-Musnad 1/374 dari 1bn Abbas ra. Lihat kitab Tafsir Ibn Katsir, surah al-lsraa` 3/16.
167. Lihat kitab Tafsir Ibn Katsir, surah al-[sraa` 3/16.
168. Diriwayatkan oleh Ibn Jarir dalam kitab Tafsir-nya dengan no. 22021, surah al-lsraa' (8/10).
169. Diriwayatkan oleh Muslim dengan no. 172, kitab: al-Imaan, bab: Zikru al Masiih Ibn Maryam wa al Masiih ad-Dajjaal, dari Abu Hurairah ra.
170.  Lihat Tafsir Ibn Katsir, surah al-Israa` 3/22.
171. Berkata al-Haafizh Ibn Hajar -rahimahullah- dalam kitab Fath al-Baari (6/560) ketika memberikan komentar atas riwayat-riwayat yang menggambarkan sosok Isa as. ini: "Dalam riwayat Salim nantinya disebutkan sifat Isa as. "berambut lurus", dan pada hadits yang sebelumnya disebutkan, bahwa beliau "berambut keriting", padahal berambut lurus berlawanan dengan berambut keriting. Namun kedua riwayat ini dapat digabungkan dengan mengatakan, bahwa beliau berambut lurus, dan bersifat keriting ketika berada pada badannya, bukan rambutnya. Maksudnya ketika rambut itu berkumpul dan bergumpal. Perbedaan ini sebanding dengan perbedaan pada warna kulit beliau, apakah sawo matang ataukah merah. Kulit yang merah menurut orang Arab adalah kulit yang sangat putih agak bercampur merah, sedangkan sawo matang adalah hitam manis. Kedua sifat tersebut dapat digabungkan dengan mengatakan, bahwa beliau berkulit merah karena suatu sebab, misalnya capek, padahal aslinya beliau berkulit hitam manis. Abu Hurairah setuju, bahwa Isa as. berkulit merah. Lalu muncullah Ibn Umar mengingkari sesuatu yang telah dihafalkan oleh orang selainnya. Adapun pendapat ad-Daaudy, bahwa riwayat orang yang mengatakan "berkulit sawo matang" lebih kuat, maka saya tidak tahu darimana hal itu ia temukan, padahal Abu Hurairah dan Ibn Abbas sepakat menyalahi pendapat Ibn Umar. Sementara dalam riwayat Abdurrahman ibn Adam dari Abu Hurairah tentang sifat Isa disebutkan bahwa: "beliau berperawakan sedang berkulit merah agak ke putih". Wallahu A' lam".
Berkata Imam an-Nawawi -rahimahullah- dalam kitab Syarh Shahih Muslim (1/510) tentang sifat-sifat Isa as pada riwayat ini, yaitu riwayat Abu Hurairah ra. bahwa beliau (Isa) berkulit merah, sementara pada riwayat Ibn Umar yang sesudahnya berkulit sawo matang, "sawo matang: hitam manis. Imam Bukhari ada meriwayatkan dari Ibn Umar ra bahwa ia mengingkari riwayat yang mengatakan Isa berkulit merah, dan ia telah bersumpah bahwa Nabi saw. tidak pernah mengatakan demikian. Artinya perawi riwayat tersebut telah keliru. Maka boleh menakwilkan warna merah atas sawo matang, dan maksudnya bukanlah sawo matang dan merah sebenamya, bahkan yang hampir mendekati keduanya. Wallahu A' lam".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar