Sabtu, 21 Mei 2011

Nasihat Untuk Para Mualaf

Apa pengarahan yang dapat anda berikan kepada orang yang baru masuk agama Islam dan beriman kepada Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi dan rasul, setelah sebelumnya ia memeluk agama Nasrani dan meyakini I'tiqad-i'tiqad yang menyimpang itu?

Jawab:

Nasehat kami kepada orang-orang yang baru masuk agama Islam:
Pertama: Hendaklah ia mulai mempelajari dalil-dalil dan keterangan-keterangan yang menunjukkan kebenaran Nabi Muhammad saw. agar ia merasa yakin akan kebenaran risalahnya.
Kedua: Hendaklah ia serius membaca al-Qur'an dan mempelajari makna-makna, serta perintah-perintah dan larangan­larangan yang dikandungnya.
Ketiga: Hendaklah ia mempelajari bahasa Arab, baik cara membaca, menulis dan menuturkannya, serta mempelajari makna kata-katanya supaya ia dapat memahami firman Allah swt. dan sabda Nabi saw.
Keempat: Hendaklah ia mempunyai keinginan kuat untuk mempelajari aqidah Islamiyah yang dipegang teguh oleh kaum ahli sunnah dan salaf; yaitu aqidah yang bersumber dari al-Qur`an, Sunnah, dan atsar-atsar yang shahih dari para sahabat dan para imam-imam besar.
Kelima: Hendaklah ia mengenali bid`ah-bid`ah dan perkara­perakara baru yang diperbuat oleh kebanyakan orang-orang yang menyimpang supaya ia berhati-hati terhadap syubhat-syubhat dan propaganda-propaganda mereka yang menyesatkan serta menjauhkannya dari agama Islam yang benar.
Keenam: Hendaklah ia memperdalam agama dan mempelajari syari`at dan kandungannya, baik berupa ibadah­ibadah, ketaatan-ketaatan, hal-hal yang diharamkan dan dimakruhkan, maupun etika dan akhlak serta perlakuan-perlakuan yang menjelaskan sasaran syari`at ini dan ketinggian ajaran­ajarannya.
Ketujuh: Hendaklah ia mempunyai keinginan yang kuat untuk mengamalkan dan mengaplikasikan segala apa yang telah ia ketahui ataupun yang ia dengar berupa amalan-amalan sunat, sebab buah ilmu adalah amal. Termasuk rukun-rukun dan kewajiban-kewajiban serta semua anjuran-anjuran yang diserukan oleh syari`at Islam.
Kedelapan: Waspadalah terhadap perbuatan-perbuatan maksiat dan penyimpangan-penyimpangan serta hal-hal yang diharamkan, sekalipun itu termasuk kebiasaan-kebiasaan yang banyak dilakukan pada berbagai bangsa, seperti minuman­minuman keras dan narkotika. Selain itu hendaklah ia menjauhkan diri dari pergaulan bersama para pelaku maksiat dan penyeru kesesatan.
Kesembilan: Hendaklah bersabar menghadapi musibah, cobaan, ujian dan kesengsaraan yang menimpa di jalan Allah, baik berupa kesempitan hidup, kesusahan, kemiskinan, maupun berupa siksaan, penganiyaan, penjara dan kelaliman dari musuh-musuh Allah yang berusaha merintangi sampainya agama Allah kepada orang lain.
Kesepuluh: Hendaklah ia melakukan dakwah kepada Allah dan menjelaskan ajaran-ajaran Islam dan sasaran-sasarannya kepada para kerabat, tetangga, dan teman-teman sepergaulannya dari orang-orang Nasrani dan lainnya, serta mendorong mereka untuk memeluk agama Islam sembari menceritakan akibat yang baik bagi orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah.

Dengan demikian selamatlah agamanya dan syahidlah di atas agama Islam yang benar; yaitu agama yang hanya diterima Allah tidak ada agamapun selainnya yang diterima. wallahu a`la, wa shallallahu `ala muhammad wa aaalihi wa shahbihi wa sallam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar