Minggu, 22 Mei 2011

Bagaimana Meng-Counter Gerakan Kristenisasi

Saat ini, generasi-generasi muda kaum muslimin, khususnya yang tinggal di Amerika dan Eropa, selalu dihadapkan pada gerakan kristenisasi yang dilakukan oleh umat Nashrani. Dimana mereka senantiasa mendatangi rumah-rumah kaum muslimin untuk menyampaikan dakwah mereka dan mengajak kaum muslimin untuk beribadah kepada Isa as. - wal 'iyadzu billah-, Apakah nasehat anda kepada mereka untuk dapat menghadapi gerakan kristenisasi yang bertubi-tubi tersebut? Dan kitab­kitab apakah yang berisikan nasehat-nesehat kepada kaum muslimin dalam menghadapi gerakan kristenisasi itu?

Jawab:

Kami nasehatkan kepada seluruh kaum muslimin untuk bersungguh-sungguh di dalam mempelajari agama Islam, dan bersungguh-sungguh di dalam mempelajari tentang dalil-dalil syahadataini,120 syarat-sayaratnya, dan perkara-perkara apa saja yang terkandung di dalam kedua syahadat tersebut.

Di samping itu, kami nasehatkan juga kepada seluruh kaum muslimin untuk benar-benar mempelajari tentang mukjizat-mukjizat Rasulullah saw., dan bukti-bukti serta tanda-tanda yang nyata yang menunjukkan, bahwa Allah senantiasa menguatkan-nya di dalam menyebar luaskan dakwahnya. Hal itu, agar setiap muslim benar­be,nar meyakini akan kebenaran agama yang telah dianutnya, dan dianut oleh para orang tuanya. Sehingga ketika kaum Nashrani mengajaknya untuk memeluk agama mereka, ia dapa' menolak ajakan mereka, bahkan dapat menyalahkan dakwah :nereka tersebut.

Bahkah, sepatutnya kita pun mempelajari segala sesuatu yang dipejalari oleh umat Nashrani. Baik itu tentang perubahan­perubahan yang terjadi di dalam agama, tentang pertentangan­pertentangan yang terdapat di dalam kitab suci mereka, maupun tentang perbedaan-perbedaan yang terdapat didalam Injil-injil mereka yang jelas-jelas menunjukkan, bahwa kitab Injil mereka bukanlah kitab Injil yang diturunkan kepada nabi Isa as.

Kemudian hendaklah setiap muslim benar-benar mengetahui, bahwa tauhid itu adalah hanya beribadah kepada Allah swt. semata, dan Isa ibnu Maryam itu terlepas dari perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang musyrik tersebut, sebab di dalam al-Qur`an pun disebutkan, bahwa Isa as. berkata, "Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata, "Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putera Maryam", padahal al-Masih (sendiri) berkata, "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. " (QS. al-Ma`idah (5) : 72), serta menyakini, bahwa beribadah kepada Isa, atau Muhammad, atau para nabi yang lainnya, atau para malaikat, atau orang-orang yang shalih, adalah perbuatan syirik kepada Allah swt. yang dosanya tidak akan diampuni.

Selain itu, hendaklah setiap muslim benar-benar meyakini, bahwa nabi Isa as. telah diangkat ke langit oleh Allah swt., Isa as. tidak disalib, dan tidak pula dibunuh. Akan tetapi, Allah swt. menyerupakan seseorang menjadi seperti dirinya, dan orang itulah yang disalib dan dibunuh oleh mereka.

Sedangkan terhadap orang-orang awam di antara kaum muslimin, kami menasehatkan agar tidak pergi, apalagi menetap di negara-negara Nashrani. Hal itu, tidak lain agar ia dapat terhindar dari bahaya kristenisasi yang senantiasa dilancarkan oleh umat Nashrani, dan dapat terhindar dari doktrin mereka yang mengatakan, bahwa agama merekalah yang benar dan agama merekalah yang kekal serta diakui kebenarannya oleh seluruh umat manusia.            '
Adapun kepada kaum muslimin yang harus pergi atau menetap di negara-negara Nashrani, maka kami nasehatkan, hendaklah memilih tempat tinggal di daerah yang ada kaum musliminnya dan yang memungkinkan mereka untuk berdakwah serta menunjukkan identitas mereka sebagai kaum muslimin.

Dan tentang buku-buku yang baik untuk dibaca supaya dapat terhindar dari pengaruh gencarnya usaha kristenisasi, maka kami nasehatkan untuk membaca buku-buku karangan Ibnu Qayyim al­Jauziyah, seperti; Hidayatul Hayara Minal Yahud wa an-Nashara, dan AI-Jawab ash-Shahiih fi Raddi 'Ala `Ubbadi al-Masiih, serta buku-buku karangan Ibnu Ma'mar, seperti; ar-Raddu 'Ala `Ubbadi ash-Shalib, Ighatsatul Lahfaan, dan kitab-kitab yang lainnya. Wallahu A'lam.



120.  Dua syahadat. Yaitu; bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar