Minggu, 22 Mei 2011

Nabi Musa dan Nabi Isa Berbeda Agama

Apakah Nabi Musa dan Nabi Isa Berbeda Agama?
Apakah hukumnya memakai redaksi "Nabi Musa datang dengan satu agama, dan nabi Isa dengan satu agama" seakan-akan, secara tidak langsung dari redaksinya dipahami, bahwa para nabi berbeda agama? Tolong perkara ini dijelaskan kepada kami.

Jawab:

Redaksi seperti itu seratus persen salah. Agama para nabi adalah satu dalam hal akidah dan tauhid. Allah swt. berfirman yang artinya:

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thagut itu... "82

Dalam ayat ini Allah swt. menerangkan, bahwa Rasul yang diutus ke setiap bangsa sama-sama menyerukan: "Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut", yakni, sembahlah Allah setulus-tulusnya dan hindari penyembahan terhadap Thagut, yaitu setiap yang disembah selain Allah. Disamping itu Allah swt. juga berfirman:

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku. "83

Maksudnya, masing-masing rasul diwahyukan untuk menyeru kepada kalimat Laailahailallah (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Selain itu, Allah juga menerangkan, bahwa setiap rasul memulai dakwah dengan mengucapkan: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Ilah bagimu selain-Nya"84

Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Jarir, meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. pernah bersabda, "Para nabi semuanya adalah saudara sebapak, tapi berlainan ibu, agama mereka satu". Dan Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Abu Salamah dan Abu 'Amrah, dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: Aku adalah orang paling dekat dengan Isa ibnu Maryam di dunia dan akhirat. Para nabi semuanya adalah saudara sebapak, tapi berlainan ibu, agama mereka satu". Dan di riwayat lain dengan redaksi sedikit berbeda: "saudara sebapak, agama kami satu". Dalam kajian ini, ada beberapa hadits yang mengangkat masalah ini. Rasulullah memberitahu bahwa agama para nabi sama dalam hal tauhid, sedangkan ibu mereka berbeda-beda, maksudnya syariat/hukum. Dan itulah makna ayat: "...untuk masing-masing bangsa kami jadikan syir'ah (jalan/hukum) dan minhaj (sunnah/sistem adalah hal-hal furu')..."85 Maka cara-cara beribadat di aaman Musa terdapat perbedaan sedikit dengan nabi yang sebelumnya. Demikian juga terdapat perubahan dalam syariat nabi Isa. Sebagian yang diharamkan di masa nabi Musa, dibolehkan bagi umat nabi Isa. Wallahu'alam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar