Minggu, 22 Mei 2011

Dakwah Tauhid Isa as. Dalam Injil dan al-Qur'an

Anda mengatakan bahwa, nabi Allah Isa as. hanya menyeru untuk beribadah kepada Allah swt. semata, sebagaimana yang dilakukan oleh para nabi yang telah mendahuluinya. Untuk itu, dalam kesempatan ini kami mohon kesediaan anda untuk menjelaskan ayat-ayat dari al­Qur'an dan Injil yang menyebutkan tentang hal itu!.

Jawab:

Di dalam surat Ali Imran, tatkala Allah swt. mengisahkan tentang Isa as., Dia berfirman yang artinya, "Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu 'jizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta'atlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia, "Siapakah yang akan menjadi penolong­penolongku untuk (menegakkan agama) Allah" Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: "Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri." (QS. Ali Imran 3 : 52).

Di dalam surat al-ma'idah Allah swt. berfirman yang artinya,
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah al-Masih putera Maryam", padahal al­Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun" (QS. af-Ma'idah 5 : 72), dan berfirman pula di dalam surat ini,
"Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu." (QS. al­Ma'idah (5) : 117), dan mengisahkan tentang Isa as. di dalam dalam surat Maryam dengan firman-Nya yang artinya,
"Berkata Isa, "Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan Dia manjadikan aku seorang nabi dan dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku h;dup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali". Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka hanya berkata kepadanya, `Jadilah", maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (QS. Maryam (19) : 30-36)

Di dalam surat az-Zukhruf Allah swt. juga berfirman yang artinya,
"Dan tatkala Isa datang membawa keterangan dia berkata: "Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertaqwakah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku. " Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus." (QS. az-Zukhruf 3 : 63). Dan juga Allah berfirman di dalam surat az-Zukhruf yang artinya,
"Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata, "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad). " Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, "Ini adalah sihir yang nyata." (QS. az-Zukhruf (61) : 6)

Adapun bukti yang berasal dari kitab Injil, sebagaimana yang telah disebutkan oleh imam Ibnu Qayyim di dalam kitab Hidayatul Hayara, pada pembahasan ke-lima, tentang Injil, bahwasanya al­-Masih berkata kepada para penolongnya, "Sesungguhnya aku akan pergi, dan akan datang kepada kalian seorang pembawa kabar gembira. Dialah roh keberaran itu, dia tidak berbicara menurut hawa nafsunya, akan tetapi berbicara sesuai dengan apa yang disampaikan kepadanya. Dia akan bersaksi untukku, dan kalian akan menyaksikan-nya, karena kalianlah yang bersamaku di antara sekalian manusia, dan segala sesuatu yang telah disiapkan Allah swt. untuk kalian, akan disampaikannya kepada kalian." Di dalam Injil Yohanes juga disebutkan, "Penghibur itu tidak akan datang kepada kalian, selama aku aku belum pergi. Dan apabila dia telah datang, dunia akan bersih dari berbagai perbuatan dosa. Dia tidak berkata menurut hawa nafsunya, akan tetapi sesuai dengan apa yang disampaikan kepadanya. Dia akan berbicara kepada kalian, akan mengajak kalian kepada kebenaran dan akan mengabarkan kepada kalian tentang peristiwa-peristiwa yang telah lalu dan peristiwa-peristiwa yang akan datang."

Di dalam ayat yang lain disebutkan, "Sesungguhnya penghibur itu adalah roh kebenaran yang diutus oleh bapakku dengan namaku, dan dia akan mengajarkan kepada kalian tentang segala sesuatu." Di dalam ayat yang lain disebutkan juga, "Sesungguhnya aku telah memohon kepada bapakku, untuk mengutus kepada kalian seorang penghibur terakhir yang akan bersama kalian untuk selamanya, dan dia akan mengajarkan kepada kalian tentang segala sesuatu." Di dalam ayat yang lain lagi juga disebutkan, “Anak manusia akan pergi, dan akan datang setelahnya seorang penghibur kepada kalian dengan rahasia-rahasia dan menafsirkan kepada kalian segala sesuatu. Dia akan bersaksi untukku sebagaimana aku bersaksi untuknya. Jika aku datang kepada kalian dengan membawa perumpamaan-perumpamaan, maka dia akan datang kepada kalian dengan membawa takwilan-takwilan."

Kata penghibur di dalam bahasa mereka adalah ungkapan­ungkapan pujian; ia dapat herarti Ahmad, atau Muhammad, atau Mahmud, atau Hamid, dan lain sebagai-nya.130

Di dalam ayat yang lainnya lagi juga disebutkan, "Apabila kalian mencintaiku, maka jagalah wasiatku, dan aku akan memohon kepada bapakku untuk mengutus kepada kalian seorang penghibur yang akan bersama kalian untuk selamanya, dan akan berbicara dengan roh kebenaran yang tidak mampu untuk diterima alam karena mereka belum mengetahuinya. Aku tidaklah meninggalkan kalian di dalam keada«n yatim, sesungguhnya aku akan kembali lagi kepada kalian dalan: waktu yang sangat singkat."131

Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang lainnya di dalam Injil yang disebutkan oleh imam Ibnu Qayyim dan para ulama lainnya, di dalam membahas masalah di atas.132 Wallahu A'lam.


130. Lihat; Hidayatul Hayara fi Ajwibati al Yahud wa an-Nashara. Ibnu Qayyim al-Jauziyah -rahimahullah-, pembahasan kelima hal. 116.
131. Lihat; Hidayatul Hayara fi Ajwibati al-Yahud wa an-Nwhara. Ibnu Qayyim al-Jauziyah -rahimahullah-, pembahasan kelima hal. 117.
132. Saya katakan bahwa, "Banyak terdapat nash-nash yang membatalkan tentang aqidah  trinitas, dan menjelaskan, bahwa Isa as. menyeru kepada tauhid. Di antaranya adalah nash-nash yang disebutkan oleh Ibnu Khalil -rahimohullah- di dalam kitabnya "Izhar ul-Haq" (3/736), yang beliau kutip dari Injil, seperti, nash pertama; yaitu nash yang terdapat di dalam Injil Yohanes, 17:3, "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwo mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." Nash kedua; yaitu nash yang terdapat di dalam Injil Markus, 12:28-32, "Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoaljawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yangpaling utama?"Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia." Dan Nash ketiga; yaitu nash yang terdapat di dalam Injil Matius, 19:16, "Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"Jawab Y'esus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Saya katakan, "Seluruh ayat-ayat yang terdapat di dalam Injil tersebut, menunjukkan akan kebenaran perkataan Isa as. yang disebutkan di dalam al-Qur' an, yaitu firman Allah swt. yang artinya, "Aku tidaklah mengatakan kepoda mereko kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku, (yaitu)  hendaklah mereka menyembah Allah, Tuhanku dan Tuhon kalion... "di dalam ayat ini terlihat jelas, bahwa nabi Isa as. menyeru untuk meng-Esakan Allah swt., dan melepaskan dirinya perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat.


130. Lihat; Hidayatul Hayara fi Ajwibati al Yahud wa an-Nashara. Ibnu Qayyim al-Jauziyah -rahimahullah-, pembahasan kelima hal. 116.
131. Lihat; Hidayatul Hayara fi Ajwibati al-Yahud wa an-Nwhara. Ibnu Qayyim al-Jauziyah -rahimahullah-, pembahasan kelima hal. 117.
132. Saya katakan bahwa, "Banyak terdapat nash-nash yang membatalkan tentang aqidah  trinitas, dan menjelaskan, bahwa Isa as. menyeru kepada tauhid. Di antaranya adalah nash-nash yang disebutkan oleh Ibnu Khalil -rahimohullah- di dalam kitabnya "Izhar ul-Haq" (3/736), yang beliau kutip dari Injil, seperti, nash pertama; yaitu nash yang terdapat di dalam Injil Yohanes, 17:3, "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwo mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." Nash kedua; yaitu nash yang terdapat di dalam Injil Markus, 12:28-32, "Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoaljawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: "Hukum manakah yangpaling utama?"Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia." Dan Nash ketiga; yaitu nash yang terdapat di dalam Injil Matius, 19:16, "Ada seorang datang kepada Yesus, dan berkata: "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"Jawab Y'esus: "Apakah sebabnya engkau bertanya kepada-Ku tentang apa yang baik? Hanya Satu yang baik. Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Allah." Saya katakan, "Seluruh ayat-ayat yang terdapat di dalam Injil tersebut, menunjukkan akan kebenaran perkataan Isa as. yang disebutkan di dalam al-Qur' an, yaitu firman Allah swt. yang artinya, "Aku tidaklah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku, (yaitu)  hendaklah mereka menyembah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian... "di dalam ayat ini terlihat jelas, bahwa nabi Isa as. menyeru untuk meng-Esakan Allah swt., dan melepaskan dirinya perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh orang-orang yang sesat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar