Minggu, 22 Mei 2011

Berita Kerasulan Muhammad dari Nabi Isa as.
Nabi Isa as. memang telah memberitakan akan kebenaran risalah nabi Muhammad saw. dan kenabiannya, akan tetapi, apakah hal itu cukup untuk dijadikan sebagai hujjah atas umat Nashrani?

Jawab:

Allah swt. berfirman yang artinya, "Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata, "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul Itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS. ash-Shaaf (61 ) : 6)

Dengan ayat di atas maka jelaslah, bahwa Isa ibnu Maryam as. adalah nabi terakhir bagi bani Israil, yang telah menyampaikan kepada mereka akan kedatangan Muhammad saw, sebagai seorang penutup para nabi dan rasul. Artinya, bahwa setelah kerasulan Muhammad saw., maka tidak ada lagi risalah dan nubuwah. Kata Ahmad yang terdapat di dalam ayat di atas adalah salah satu nama dari nama-nama Rasulullah saw. yang lima, sebagaimana yang disebutkan di dalam shahihaini dari Jabir ibnu Math'am, dari Rasulullah saw., beliau bersabda, "Sesungguhnya aku memiliki lima nama, yaitu; Muhammad, Ahmad, al-Mahi, atau orang yang menghapuskan kekafiran, al-Hasyir, atau orang yang menjadi tempat berkumpul manusia, dan al-'Aqib."110

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari, beliau berkata, "Dahulu, Rasulullah saw. pernah mengatakan kepada kami akan nama-namanya, Rasulullah bersabda, "Aku adalah Muhammad, Ahmad, al-Muqfi, al-Hasyir, Nabiyut-taubah, dan Nabiyurrahmah. "111

Di dalam al-Qur`an pun Allah swt. berfirman yang artinya,
"(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al­ Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS. al-A'raaf (7) : 157)

Ibnu Ishaq meriwayatkan dari para sahabat nabi saw., bahwa mereka berkata, "Ya Rasulullah! katakanlah kepada kami tentang dirimu? Rasulullah saw. menjawab, "Aku adalah dakwah bapakku Ibrahim, dan kabar gembira yang disampaikan oleh Isa as." 112 Imam Ahmad juga meriwayatkan hadits yang sama seperti hadits tersebut, dari Abi Umamah dan yang lainnya.113 Artinya, bahwa akulah orang yang dikabarkan oleh Isa as. di dalam ayat di atas.

Apabila nabi Isa saja telah mengabarkan tentang kedatangannya, dan mereka pun telah mendapatkan hal itu di dalam kitab-kitab mereka, maka telah jelaslah hujjah bagi mereka, dan tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk tidak mengikuti ajaran­ajarannya. Wallahu A'lam

110. Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari dengan nomor hadits (3532), di dalam kitab, al-Manaqib, bab; Maa Ja`a Fi Asmaa`i Rasulullah saw., dan firman Allah yang artinya, "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengel uarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hatipenanam-penanamnya karenaAllah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang shalih di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Fath (48) : 29), serta firman Allah yang artinya, "Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi khabargembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala Rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS. ash-Shaaf (61) : 6)
Hadits ini juga diriwayatkan oleh imam Muslim dengan nomor hadits (2354), di dalam kitab, al-Adab, bab; Fi Asmaa`i an-Nabi saw., imam Ahmad di dalam kitab al­Musnad (4/80,81,84), imam at Turmudzi dengan nomor hadits (2849) di dalam kitab, al-Adab, bab; Maa Jaa`a Fi Asmaa`i an-Nabi saw. , dan imam ad-Darimi dengan nomor hadits (2673), di dalam kitab, ar-Riqaq, bab; Fi Asmaa`i an-IJabi saw. Seluruh riwayat-riwayat tersebut diambil dari Muhammad ibnu Jubair ibnu Math'am dari ayahnya ra.
111Diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan nomor hadits (2355), di dalam kitab, al­Fadha`il, bab; Fi Asmaa`i an-Nabi saw., dan imam Ahmad di dalam kitab, al-Musnad (4/395,404,407), dari Abi Musa al-Asy'ari ra.
112. Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam kitab al-Musnad (4/127,128), [bnu Hibban di dalam kitab shahihnya (8/106), dan imam al-Baihaqi di dalam kitab od-Dala`il (1/ 80,81), dan seluruh riwayat tersebut diambil dari Arbadh ibnu Sariyah ra.
113.  Diriwayatkan oleh imam Ahmad di dalam kitab al-Musnad (5/262 ) dari Umamah ra., Hakim di dalam kitab al-Mustadrak (2/600), dan Baihaqi di dalam kitab ad-Dala`il (1/ 83).
114. Syaikhul Islam, imam Ibnu Taimiyah, di dalam kitabnya "Al-Jawab ash-Shohih Liman Baddala Dinal Masiih" (Jawaban yang benar untuk orang-orang yang mengubah­ubah ajaran al-Masih), banyak menyebutkan nash-nash yang menguatkan akan risalah nabi Muhammad saw., maka siapa saja yang ingin mengetahui lebih jauh tentang hal ini, hendaklah ia melihat sendiri di dalam kitab tersebut (5/250). Sebab dalam kesempatan ini, saya hanya akan menyebutkan salah satu dari nash-nash beliau (5/ 278) yang dikutip dari kitab Danial, "Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim, pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun. Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: `Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin­pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau. Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, 9:10 dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba­Nya. Segenap orang Israel telah melanggar hukum-Mu dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk dan sumpah, yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia. Dan telah ditetapkan-Nya firman-Nya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap orang-orang yang telah memerintah kami, yakni bahwa akan didatangkan-Nya kepada kami malapetaka yang besar, yang belum pernah terjadi di bawah semesta langit, seperti di Yerusalem. Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu. Sebab itu TUHAN bersiap dengan malapetaka itu dan mendatangkannya kepada kami; karena TUHAN, Allah kami, adalah adil dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, tetapi kami tidak mendengarkan suara-Nya. Oleh sebab itu, ya Tuhan, Allah kami, yang telah membawa umat-Mu keluar dari tanah Mesir dengan tangan yang kuat dan memasyhurkan nama­Mu, seperti pada hari ini, kami telah berbuat dosa, kami telah berlaku fasik. Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami. Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri. Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!" Sementara aku berbicara dan berdoa dan mengaku dosaku dan dosa bangsaku, bangsa Israel, dan menyampaikan ke hadapan TUHAN, Allahku, permohonanku bagi gunung kudus Allahku, sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari. Lalu ia mengajari aku dan berbicara dengan aku: "Daniel, sekarang aku datang untuk memberi Akal budi kepadamu untuk mengerti. Ketika engkau mulai menyampaikan permohonan keluarlah suatu firman, maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu! Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan, untuk mendatangkan keadilan yang kekal, untuk menggenapkan penglihatan dan nabi, dan untuk mengurapi yang maha kudus. Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi raja itu akan menemui ajalnya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan. Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu." (Daniel, 9:1-27). Dimana tentang kitab ini beliau berkata, "Dan tatkala Daniel -sang nabi- berkata, "Aku memohon kepada Allah dan merendahkan diri kepada-Nya agar Dia menjelaskan kepadaku tentang apa yang akan terjadi terhadap bani Israil, apakah Dia akan menerima taubat mereka, dan mengembalikan kepada mereka kerajaan mereka, serta mengutus seorang rasul lagi dari mereka, atau akan mengutus seorang rasul dari bangsa selain mereka?, Ia segera melanjutkan perkataannya tersebut dengan mengatakan, "Kemudian datangan kepadaku malaikat dalam bentuk seorang pemuda yang sangat tampan rupanya. L.alu malaikat itu berkata kepadaku, "Semoga keselamatan senantiasa tercurah atasmu wahai Daniel! Sesungguhnya Allah swt. berfirman yang artinya, "Sesungguhnya bani Israil telah membuat-Ku murka. Mereka mendustakan-Ku dan menyembah tuhan selain Aku. Sehingga mereka pun menjadi bodoh setelah sebelumnya mereka mengetahui, menjadi pendusta setelah sebelumnya mereka jujur. Maka Aku pun menyiksa mereka dengan Bakhtanshar, la membunuh para lelaki mereka dan menawan wanita-wanita mereka. Menghancurkan baitul maqdis mereka, dan membakar kitab-kitab suci mereka. Demikian pulalah yang akan dilakukan oleh orang-orang setelahnya (Bakhtanshar) terhadap mereka, dan Aku tidaklah meridhai mereka serta tidak pula menerima amalan mereka. Demikianlah keadaan mereka seterusnya hingga Aku mengutus kepada mereka Isa ibnu Maryam at-Battul. Kemudian Aku akan mengakhiri hukuman-Ku atas mereka dengan laknat dan murka, sehingga mereka pun akan terus hidup di dalam kenistaan dan kemiskinan, hingga Aku mengutus seorang nabi dari keturunan Ismail yang dilahirkan oleh Hajar. Dimana Aku mengutus malaikat-Ku untuk menyampaikan kabar gembira tersebut kepada Hajar. Kemudian Aku akan memberikan wahyu kepada nabi itu, dan mengajarkan kepadanya tentang nama­nama serta menghiasinya dengan ketaqwaan. Aku pun menjadikan kebaikan sebagai syi'arnya, ketaqwaan sebagai perasaannya, kejujuran sebagai perkataannya, ketulusan dalam menepati janji sebagai tabi'atnya, tujuan (niat) sebagai sirahnya, dan petunjuk sebagai sunnahnya. Aku mengkhususkannya dengan sebuah kitab yang membenarkan akan keberadaan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya, dan menghapuskan sebagian perkara-perkara yang terdapat di dalam kitab-kitab tersebut. Aku mengisra' kannya kepada-Ku, dan mengangkatnya dari satu langit ke langit yang lain, sehingga ia semakin tinggi dan semakin dekat dengan-Ku. Kemudian Aku akan mengucapkan salam kepadanya dan akan memberikan wahyu kepadanya. Lalu Aku akan mengembalikannya kepada hamba-hamba-Ku dengan kegembiraan dan keteguhan. la menjaga amanah yang Aku berikan kepada-nya, melaksanakan perintah yang Aku sampaikan kepadanya, mengajak manusia untuk meng-Esakan Aku dengan perkataan yang lemah lembut dan nasehat yang baik, tidak dengan kekerasan, dan tidak pula dengan kekasaran serta dengan membuat keributan di pasar-pasar, lemah lembut terhadap orang-orang yang mengikutinya, berkasih sayang terhadap orang­orang yang beriman kepadanya, memaafkan orang-orang yang memusihinya, menyeru kaumnya untuk meng-Esakan Aku dan beribadah hanya kepada-Ku, dan mengabarkan kepada mereka tentang apa-apa yang telah dilihatnya dari hari-hari­Ku, lalu mereka akan mendustakannya dan berusaha untuk menyakitinya." Semoga nash yang cukup jelas ini, dapat menjadi pelajaran yang berguna bagi orang-orang yang mencari kebenaran dan berkeinginan untuk senantiasa mengikuti petunjuk. Semoga Allah swt. senantiasa melimpahkan petunjuk-Nya bagi kita semua. Amien.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar