Minggu, 22 Mei 2011

sifat dan mukjizat nabi isa as

Bagaimanakah sifat nabi Isa as. dan mukjizatnya menurut Islam?

Jawab:

Di dalam al-Qur`an, Allah swt. telah menyebutkan, bahwa nabi Isa as. telah dikandung oleh ibunya tanpa seorang suami. Allah swt. berfirman yang artinya,

"Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam." (QS. al-Anbiyaa` (21) : 91). Dan hal ini, setelah para malaikat menyampaikan kepada Maryam, "Ia (Jibril) berkata, "Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci." (QS. Maryam (19) : 19)

Ungkapan yang disebutkan oleh malaikat sebagaimana tersebut di dalam ayat di atas, tidak lain adalah ungkapan pujian; dimana malaikat telah memuji sang anak, sebelum ia diletakkan di dalam rahim ibunya (Maryam), dan ketika sang ibu telah melahirkannya, sang anak dapat berkata kepadanya, "...Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. "Hingga firman Allah, "Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini." (QS. Maryam (19) : 24-26) Bahkan, ketika banyak orang datang kepada ibunya untuk membuktikan, benarkah anaknya dapat berbicara, sang anak dapat menceritakan kepada mereka sebagaimana termaktub dalam ayat yang artinya: "Ketika `Isa mendengar perkataaan mereka, Allah lalu menjadikannya dapat berbicara, "Sesungguhnya aku adalah hamba Allah yang akan diberi kitab Injil. Allah akan memilihku menjadi seorang nabi."99

Di dalam perkataannya tersebut, ia menyebutkan, bahwa dirinya adalah hamba Allah, dan Allah telah memberikan kepadanya sebuah kitab suci, yaitu Injil, serta menjadikannya sebagai salah seorang nabi. Bahkan ia pun mengatakan, bahwa Allah swt. akan selalu memberkahinya dimana pun ia berada, dan memerintahkannya untuk melaksanakan shalat, membayar zakat, dan berbakti kepada kedua orang tua, menjauhkannya dari sifat­sifat yang buruk dan tercela, serta akan menyelamatkannya pada waktu kelahiran dan kematian, serta pada hari kebangkitan.

Di dalam al-Qur`an, Allah swt, juga menyebutkan, bahwasanya Dia telah memberikan kepada Isa as. bukti-bukti yang nyata dan mukj izat-mukjizat yang benar akan kenabiannya, yang menguatkan akan kebenaran perkataannya dan yang dapat membuktikan, bahwa dirinya adalah seorang nabi dan rasul yang diutus oleh Allah swt. Bahkan di dalam al-Qur`an, Allah swt. juga menyebutkan, bahwasanya Isa as. dapat menciptakan seekor burung dari tanah liat dengan seizin Allah swt., lalu menerbangkannya. Dan ketika burung itu sudah tidak terlihat lagi oleh pandangan mata manusia, maka Allah swt. pun menjatuhkannya ke bumi dan menjadikannya kembali seperti asalnya. Hal itu agar mereka dapat membedakan antara apa yang diciptakan oleh seorang manusia, dengan apa yang diciptakan oleh Allah swt., Tuhan semesta alam. Di dalam al-Qur`an juga disebutkan, bahwasanya nabi Isa as. dapat menyembuhkan orang yang buta sejak lahir, dapat menyembuhkan orang yang mengidap penyakit kusta kronis yang sudah sangat sulit untuk disembuhkan, dan dapat menghidupkan orang yang sudah mati dengan seizin Allah swt., serta dapat memberitahukan kepada mereka apa-apa yang disimpan di dalam rumah mereka dari makanan-makanan yang mereka makan atau makanan-makanan yang sengaja mereka simpan. Di dalam al-Quran, Allah swt. juga menjelaskan, bahwa Isa as. membenarkan ajaran-ajaran kitab Taurat yang diturunkan kepada Musa as., menghalalkan kepada mereka (kaum Yahudi) sebagian perkara-perkara yang sebelumnya diharamkan atas mereka, dan mengabarkan kepada mereka, bahwa Allah swt. senantiasa menguatkan-nya dengan ruhul qudus dan melindunginya dari tipu daya orang-orang Yahudi, serta mengangkat kembali kepada-Nya.

Di dalam hadits Rasulullah saw. juga disebutkan, bahwasanya nabi Isa as. berada di langit, dan akan diturunkan kembali ke bumi pada akhir zaman kelak untuk menerapkan syari'at-syari'at Muhammad saw., hanya saja, nabi Isa as. kelak akan meniadakan jizyah dan tidak menerima agama apa pun selain Islam.100

Dan masih banyak lagi perkara-perkara lainnya, yang disebutkan oleh Allah swt. di dalam al-Qur`an tentang nabi Isa as., seperti; nabi Isa as. adalah salah satu ruh dari ruh-ruh yang telah diciptakan-Nya, bahwa nabi Isa as. adalah kalimat-Nya yang ditiupkan kepada Maryam, dan bahwa proses penciptaannya adalah sama dengan proses penciptaan Adam as., yang diciptakan oleh Allah swt, dari tanah, kemudian dikatakan kepada tanah itu, "Jadilah", maka jadilah tanah tersebut sebagai seorang manusia. Wallahu A'lam.



99. QS. Maryam 19:30.
100. Hadits ini sebagaimana yang diriwayatkan oleh imam al-Bukhari (3448) pada kitab, Ahaditsul Anbiya', bab; Nuzulu Isa ibnu Maryam -oloihima solam-. Di riwayatkan juga oleh Imam Muslim, dengan nomor hadits (242), pada kitab, ol-Iman, bab; Nuzulu Isa Ibnu Maryam Hakiman (Turunnya Isa ibnu Maryam sebagai seorang Hakim). (mam Ahmad di dalam kitab Musnadnya (2/240), dan semua-nya diambil dari Abu Hurairah ra. Diriwayatkan juga oleh Abu Daud, dengan nomor hadits (4324), pada kitab, al­Malahim, bab; Khuruzu ad-Dajjal, dari Abu Hurairah ra., dan diriwayatkan juga oleh imam-imam hadits yang lain, seperti imam at-Turmudzi dan Ibnu Majah. Lihat pada halaman 47.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar