Minggu, 22 Mei 2011

Bolehkah meng­istilahkan kaum Nasrani dengan sebutan `Pengikut al-Masih'?


Jawab:

Istilah yang terdapat dalam al-Quran dan hadits adalah Nashara, sebagaimana firman Allah yang artinya: "Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi dan Nasrani... "57 dan firman Allah yang artinya: "Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak punya suatu pegangan", dan or­ang-orangNasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan".58 Dan firman Allah yang artinya: "Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk"59 dan firman Allah yang artinya: "Or­ang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "al­Masih itu putera Allah."60


Kemudian Rasulullah saw. bersabda, "Allah mengutuk orang Yahudi dan Nasrani yang menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai rumah ibadah"61, dan masih banyak lagi dalil yang lain. Dengan dalil-dalil ini, ulama mengistilahkan orang Nasrani sesuai dengan yang tertera dalam Kitabullah dan sunnah Rasulullah saw. Adapun jika umat Nasrani diistilahkan dengan Pengikut al-Masih, secara tidak langsung dipahami, bahwa mereka adalah pengikut setia nabi Isa, padahal kenyataannya tidak demikian, mereka justru melampaui batas, lalu dengan sebab itu Allah swt. memvonis mereka kafir, sebagaimana termaktub dalam ayat:

"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "SesungguhnyaAllah ialah al-Masih putera Maryam ", padahal al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu." Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun. "62

Allah swt. telah mengkisahkan al-Masih tentang seruannya menyembah kepada Allah dan mengaku bahwa Allah-lah Tuhannya dan Tuhan umatnya juga. al-Masih memperingatkan mereka jangan sampai berlaku syirik. Umat Nasrani (kini) bukanlah pengikut murni ajaran al-Masih, dan bukan pula pengikut setia. al-Masih tidak ada campur tangan dengan umat yang mengangkat dirinya sebagai Tuhan, lantas bagaimana mungkin menisbahkan mereka sebagai pengikut al-Masih, padahal mereka melanggar seruan dan ajaran yang dibawa al-Masih?

Mungkin istilah ini menjadi populer diangkat oleh generasi terbaru ketika mereka merasa loyal terhadap al-Masih dan lantaran sebutan itu sering dijumpai di dalam kitab Injil mereka. Kemudian, nama Isa dalam kitab mereka disebut dengan Yesus, dan mereka menamakan diri sebagai Pengikut Setia Yesus. Sebutan Yesus yang ditujukan kepada al-Masih berbeda dengan nama yang termaktub dalam Kitabullah dan Sunnah Rasulullah. Dari itu, pemakaian istilah itu juga terlarang meskipun itu sudah populer di kalangan umat Nasrani.63






57. QS. al-Baqarah 2: 111.
58. QS. al-Baqarah 2:113.
59. QS. al-Baqarah 2 : 135.
60. QS. at Taubah 9 : 30.
61. HR. Bukhari, dengan nomor hadits 3453, 3454, Kitab: Kisah-kisah para nabi, Bab: Kisah nabi-nabi bani Israel, diriwayatkan dari Aisyah ra. dan Ibnu Abbas ra. Muslim, dengan hadits nomor 529, Kitab: Masjid-masjid dan tempat-tempa shalat, Bab: Larangan membangun masjid di atas kuburan, diriwayatkan dari Aisyah ra. Ahrrlad, dalam kitab hadits Musnad (1/218) diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. dan Aisyah ra. dan di (2/518) diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. berikutnya (6/34, 255) dari hadits Aisyah ra. Abu Daud, dengan nomor hadits 3227, Kitab: Jenazah, Bab: Makruh hukumnya duduk di atas kuburan, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. an-Nasai', dengan nomor hadits 703, Kitab: Larangan menjadikan kuburan menjadi rumah ibadah, diriwayatkan dari Aisyah ra. dan Ibnu Abbas ra. Ad-Darimi, dengan nomor hadits 1357, Kitab: Shalat, Bab: Larangan menjadikon kuburan sebagai tempat ibadah, diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas ra. dan Aisyah ra. Imam Malik dalam kitab Muwotta', dengan nomor hadits 1861, Kitab: MasjidJami', Bab: Perihal orang Yahudi, diriwayatkan dari Umar bin Abdul Aziz ra.
62. QS. al-Maidah 5:72.
63  Memakai istilah Pengikut Setia al-Masih secara tidak langsung kita ikut memuji mereka sebagai pengikut al-Masih, padahal keyataannya mereka tidak demikian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar