Minggu, 22 Mei 2011

Kerancuan Trinitas


Di dalam al-Qur'an, Allah swt. berfirman yang artinya, "Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putera Maryam itu, adalah utusan Al­lah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) ruh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan, "(AIlah itu) tiga'; berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Ilah Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara. "(QS. an-Nisaa' 4:171). Sebagian umat Nashrani mengatakan, bahwa ayat di atas menguatkan akan apa yang selama ini kami yakini, yaitu bahwa Isa as. adalah trinitas (Bapa, Anak, dan Roh Kudus). Bagaimanakah jawaban yang syar'i untuk pertanyaan nyeleneh seperti ini?

Jawab:

Pernyataan seperti itu adalah pernyataan yang tidak benar, bahkan sama sekali tidak memiliki dasar. Sebab, tidak terdapat satu ayat pun di dalam al-Qur`an yang menunjukkan akan kebenaran pernyataan mereka tersebut, baik secara zhahir maupun secara batin. Di dalam ayat tersebut, Allah swt. justru menamakannya dengan nama makhluk, yaitu Isa, bahkan kemudian enasabkan kepada ibunya, Maryam, sebagaimana kebanyakan orang menasabkan anak-anak mereka kepada ayahnya. Di dalam ayat tersebut, Allah swt. pun telah secara jelas menyatakan, bahwa Isa as. adalah rasul-Nya, atau orang yang diutus oleh-Nya kepada bani Israil. Untuk tujuan itulah kemudian Allah swt. pun memuliakannya dengan menyebutnya sebagai kalimatullah, atau ciptaan yang diciptakaan-Nya dengan kalimat "Kun (Jadi)", sebagaimana Allah swt. menciptakan Adam dengan kalimat tersebut, tanpa melalui seorang ayah dan ibu. Di dalam ayat tersebut, Allah swt. juga telah secara jelas menyatakan, bahwa nabi Isa as. adalah satu ruh dari ruh-ruh yang telah diciptakan oleh Allah swt.

Di dalam ayat di atas, jelas terlihat, bahwa Allah swt. memberikan kepada nabi Isa as. tiga buah nama dan tiga buah sifat; dimana setiap nama dan sifat tersebut membatalkan pernyataan-pernyataan nyeleneh umat Nashrani. Penyebutan nabi Isa as. dengan ibnu Maryam di dalam ayat di atas, jelas menunjukkan, bahwa klaim urriat Nashrani yang mengatakan, bahwa nabi Isa as. adalah anak tuhan, tidaklah benar. Sebab, Tuhan sendiri telah menasabkannya kepada ibunya. Kemudian, Allah swt. juga menyebutkannya sebagai rasul-Nya, atau orang yang diutus oleh-Nya, sebagaimana para rasul yang lain, yang juga diutuskan kepada manusia untuk menjelaskan kepada mereka akan syari'at­syari'at-Nya, serta mengajak mereka untuk beribadah hanya kepada-Nya. Allah swt. juga menyebutkannya sebagai kalimatullah yang dihembuskan oleh Jibril ke dalam rahim ibunya, dan menyebutkannya juga sebagai ruh dari-Nya.

Seluruh sebutan-sebutan tersebut tidak lain adalah pemuliaan yang diberikan Allah swt. kepadanya, sebab dirinya tidak lain adalah ruh dari ciptaan Allah swt.

Sedangkan kalimat ruhul kudus yang terdapat di dalam ayat, "Dan sesungguh-nya Kami telah mendatangkan al-Kttab (Taurat) epada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu'jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (di antara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh." (QS. al-Baqarah (2) : 87).

Maksudnya adalah Jibril as. yaitu malaikat yang menyampaikan wahyu dari Allah swt. kepada para rasul-Nya, dan Jibril as. sendiri adalah makhluk Allah swt. sebagaimana malaikat­malaikat-Nya yang lain. Wallahu A'lam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar