Minggu, 22 Mei 2011

diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus...

Apakah tafsir potongan kalimat yang terdapat dalam ayat: "...diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus..."88

Jawab:

Sudah jelas bahwa Ruh Qudus dalam ayat itu adalah malaikat yaitu Jibril as. Penafsiran inilah yang terpercaya, sesuai dengan komentar Ibnu Katsir di kitab Tafsir-nya tentang ayat "...dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus..."89 Ibnu Katsir menerangkan, bahwa itu adalah keterangan yang bersumber dari Ibnu Mas'ud dan disetujui sahabat lain, termasuk Ibnu Abbas, Muhammad bin Ka'ab, Ismail bin Khalid, as-Sadi, Rabi' bin Anas, `Athiyah Al `Aufa, dan Qatadah. Keterangan yang sama juga dimuat Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat, "dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)".

Dalam kitab hadits shahih Bukhari dan shahih Muslim ada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. berdoa untuk Hassan: "Ya Allah, perkenankanlah doaku, kuatkanlah ia (Hassan) dengan ruh kudus (suci)"90, yakni malaikat. Di riwayat lain disebutkan, bahwa Rasulullah saw. berkata kepada Hassan: Serang mereka, malaikat Jibril ada bersamamu" 91. Hassan berkata: "Malaikat Jibril yang disebutkan Rasulullah itu ada di tengah-tengah kami. Ruh suci itu terbukti nyata adanya." Ibnu Hibban dan sanad lain meriwayatkan hadits dari Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Ruh Kudus diilhamkan ke dalam hatiku, seorang tidak akan mati hingga rezeki dan ajalnya sudah sampai (sempurna).92

Imam Qurthubi meriwayatkan dari Mujahid dan Hasan yang mengatakan: al-Qudus adalah Allah dan Jibril, yaitu ruh tunggal dari sekalian ruh yang diciptakan Allah. Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, `ruh qudus' adalah `Nama Agung' yang dengan sebab itu Isa dapat menghidupkan yang sudah mati. Tafsir yang agak serupa juga diriwayatkan dari Sa'id bin Zubair dan `Ubaid bin `Umair.

Menurut Rabi' bin Anas, al-Qudus adalah Allah swt. Menurut as-Sadi, al-Qudus adalah berkah. Sedangkan al-Aufa meriwayatkan dari Ibnu Ahbas, makna al-Qudus adalah at Thahr (suci). Dan menurut Ibnu Zaid, Allah mengokohkan dakwah Isa dengan kitab suci Injil sebagai nyawa, seperti halnya al-Quran juga berfungsi sebagai nyawa. Menurut az-Zamakhsyari, Ruh Qudus itu ialah ruh Isa, nyawa suci.

Pendapat yang tepat adalah pendapat yang dipilih jumhur ulama (mayoritas), yaitu malaikat Jibril. Isa diistilahkan dengan ruh dari Allah, karena Isa termasuk ciptaan yang terdiri dari jasad dan nyawa. Jibril disebut juga dengan `ruh' karena Jibril terdiri dari ruh saja, tanpa ada jasad yang dapat dicerna dengan panca indra. Jibril adalah suci dan tidak pernah berbuat kemaksiatan dan pelanggaran. Dan pensucian merupakan `pengagungan', seperti dalam ucapan malaikat yang ditampilkan dalam ayat: ".. . dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)... "93 maksudnya, kami mengagungkan-Mu, memuliakan-Mu dan mensucikan-Mu dari sekalian sifat-sifat kekurangan dan cacat. Wallahu'alam.




88. QS. al-Maidah 5 : 110.
89. QS. al-Baqarah 2 : 87.
90. HR. Bukhari, di kitab shahih dengan nomor hadits 453, Kitab: Shalat, Bab: Membaca syair di dalam masjid. Muslim, dengan nomor hadits 2485, Kitab: Keutamaan Sahabat, Bab: Keisfimewaan Hassan bin Tsabit. Ahmad, di kitab hadits Musnad (5/222). Nasa'i, dengan nomor hadits 716, Kitab: Masjid, Bab: Diiztnkan menyanyikan sya'ir yang baik, sopon, di dalam masjid. Semua riwayat di atas dari Abu Hurairah ra.
91. HR. Bukhari, di kitab hadits shahih dengan nomor hadits 6153, Kttab: Adab, Bab: Cacian kaum musyrtkin, diriwayatkan dari al-Barra' ra. Muslim, dalam kitab shahih dengan nomor hadits 2486, Kitab: Keutomoan sahabat, Bab: Keistimewaan Hassan bin Tsabit, diriwayatkan dari al-Barra' ibnu Azib ra.
92. HR. Abu Nuaim di buku Hilyatul Auliya (10/27) dari Abu Umamah. Hadits ini sahih menurut al-Bani dan terdapat di dalam kitab shahih al-Jami dengan nomor hadits 2085, dan ia kesahihan hadits ini juga diketahui ketika mentakhrij hadits-hadits problem kemiskinan, karangan Yusuf Qardawi.
93. QS. al-Baqarah 2:30.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar