Minggu, 22 Mei 2011

proses turunnya nadi isa

Bagaimanakah proses nabi Isa ketika turun di akhir zaman nanti?
Dari keterangan yang anda berikan, bahwa ada or­ang yang diserupakan dengan wajah Isa karena berbuat curang terhadap Isa, benarkah itu atau tidak?

Jawab:

Dalam hadits yang terdapat di kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Demi Allah, sudah dekat masanya Isa bin Maryam turun kepadamu menjadi halcim adil, lalu ia akan mematahkan palang salib, ia membunuh babi, mendamaikan peperangan, meluapkan kekayaan sehingga tidak ada seorang pun nanti yang berhak menerimanya (zakat), hingga yang terjadi nanti nilai sekali sujud lebih baik daripada dunia ini dan segala isinya."75 Kemudian Abu Hurairah berkata, "Kalau perlu, silakan baca/pahami ayat "Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya..." yaitu sebelum kematian nabi Isa.

Berikutnya Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda, "Bagaimana kalian apabila Isa ibnu Maryam turun dan menjadi imam?"76

Imam Ahmad dan imam hadits yang lain meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Sekalian para nabi adalah (bagaikan) saudara seibu, tapi agama mereka tetap satu. Dan sesungguhnya aku adalah nabi terdekat dengan Isa ibnu Maryam karena antara dia dan aku tidak ada nabi. Sesungguhnya ia (Isa) akan turun. Apabila kamu melihatnya, maka kenalilah ia lebih dahulu; warna kulitnya putih agak kemerah­merahan, ia mengenakan dua helai pakaian, rambut kepalanya seakan-akan meneteskan air sekalipun tidak basah, ia mematahkan palang salib dan membunuh babi, meniadakan pajak dan menyeru manusia untuk masuk agama Islam. Di zaman turunnya, Allah memusnahkan sekalian aliran agama kecuali Islam. Di zamannya, Allah membinasakan Dajjal, kemudian terciptalah keamanan dan kedamaian di bumi hingga kita akan menyaksikan seekor macan jalan bergandengan dengan unta, singa bergandengan dengan sapi, serigala dengan domba. Anak-anak kecil bermain dengan ular, tetapi anak-anak itu tidak digigit ular. Isa hidup selama empat puluh tahun kemudian ia wafat dan dishalatkan kaum muslimin.77

Imam Ahmad meriwayatkan hadits dari Ibnu Mas'ud, dari Rasulullah saw. tentang nabi-nabi yang ditemui Rasulullah di malam Isra' Mi'raj, bahwa mereka pun mengingatkan hari Kiamat; Isa berkata: Sesuai dengan yang dijanjikan Allah padaku, sesungguhnya Dajjal akan muncul dan aku mempunyai dua tongkat, apabila ia (Dajjal) melihatku, ia memuai seperti tembaga, maka apabila ia melihatku, Allah membinasakannya. Sehingga pohon dan batu pun berkata, "Hai muslim, di belakangku ada orang kafir, kemarilah dan bunuhlah dia."78

Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadits marfu' dari Usmarl bin Abu al-Ash, disebutkan: Isa turun di waktu shalat subuh. Berkatalah Amir di daerah itu kepada Isa: Wahai Ruhullah, majulah menjadi imam shalat. Isa menjawab: Sekalian umat ini adalah pemimpin antara satu dengan yang lain. Maka majulah sang Amir dan Isa ikut shalat. Setelah selesai shalat, Isa mengambil harbah (sejenis pisau, pendek dan tajam digunakan sebagai senjata dalam perang) lalu pergi menemui Dajjal. Ketika Dajjal melihat Isa, Dajjal memuai seperti tembaga, kemudian Isa menikamkan harbah (pisau) di tengah-tengah dada Dajjal dan langsung tewas, lalu Isa mengalahkan pengikut-pengikut Dajjal. Setelah kekalahan itu, tidak seorang pun dari pengikut Dajjal dapat bersembunyi, sehingga pokok kayu pun berseru mengadukan tempat sembunyi orang kafir, "Hai mukmin, ini orang kafir" dan batu juga ikut berseru, "Hai mukmin, ini orang kafir. "79

Di hadits yang cukup panjang dalam kitab hadits Shahih Mus-lim ada hadits sebagai berikut-di sini dituliskan sebagian kecil saja, bahwa Isa menewaskan Dajjal di pintu bagian selatan, dan Allah akan memusnahkan umat Yahudi, masa hidup Isa selama empat puluh tahun. Ada hari yang lamanya ibarat setahun, ada yang sehari ibarat sebulan dan ada sehari ibarat sepekan. Jumlah hari-hari itu sama seperti hari yang ada sekarang pada kamu.80 dan penutup hari-harinya seperti percikan api. Hadits-hadits tentang ini cukup banyak dimuat Ibnu Katsir di bagian akhir buku Tarikh-nya dan saat menafsirkan ayat 159 surat an-Nisa'. Wallahu'alam


75. HR. Bukhari, dengan nomor hadits 3445, Kitab: Kisah para nabi, Bab: Turunnya Isa bin Maryam as, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Muslim dengan nomor hadits 242, Kitab: Iman, Bab: Turunnya Isa bin Maryam sebagai hakim adil, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Ahmad, dalam kitab hadits Musnad (2/240) dari hadits Abu Hurairah ra. Abu Daud dengan nomor hadits 4324, Kitab: al-Malahim, Bab: Kemunculan Dajjal, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Di kita hadits Turmudzi dengan nomor hadits 2240, Kitab: Merojalelanyo Fitnah, Bab: Hadits-hadits seputar turunnya nabi Isa bin Maryam, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Di kitab hadits Ibnu Majah dengan nomor hadits 4077, Kitab: Merajalelanya fitnoh, Bab: Hodits­hadits seputor turunnya nabi Isa bin Moryam dan munculnya Ya'juj dan Ma'juj, diriwayatkan dari Abu Umamah al-Bahili ra.
76. HR. Bukhari, di dalam kitab shahihnya dengan nomor hadits 3449, Kitab: Para nabi, Bab: Turunnya isa ibnu Maryam, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Di kitab shahih Muslim dengan nomor hadits 244, Kitab: Iman, Bab: Turunnya Isa ibnu Maryam menjadi hakim adil, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.
77. HR. Ahmad dalam kitab hadits Musnad (2/406).
78. HR. Ahmad dalam kitab hadits Musnad (1/375).
79. HR. Ahmad dalam kitab hadits Musnad (4/217, 217).
80. HR. Muslim dalam kitab hadits shahih dengan nomor 2178, Kitab: Fitnah (bencana), Bab: Perihal Dajjal dan ciri-cirinya, diriwayatkan dari Nuwas bin Sam'an ra.
81. Wawasan lebih luasnya dalam tnasalah ini sebagaimana dinukil tulisan Syaikh Hamud bin Abdul(ah at Tuaijiri -rahimahullah- dari bukunya yang berjudul Ithaf al-Jama'ah bi ma Ja'a fi al-Fitan wa al-Malahim wa Asyrat as-Sa'ah (Hadiah untuk umat tentang berita munculnya huru-hara, peperangan dahsyat yang banyak membawa korban dan tanda-tanda hari kiamat), jilid 3 halaman 128, menangkis paham salah seorang yang tidak percaya turunnya nabi Isa: Saya sudah menemukan jawaban untuk Syaltut yang tidak percaya nabi Isa masih hidup, yang menganggap Isa telah wafat secara normal, dan tidak percaya Isa diangkat ke langit berikut dengan anggota fisik, dan bahwa di sana Isa dalam keadaan hidup sampai sekarang. Seterusnya Syaltut tidak percaya, bahwa Isa akan turun di akhir zaman menjadi hakim adil. Dengan demikian, paham Syaltut telah berseberangan dengan berita yang ada dalam al-Quran dan menyalahi hadits-hadits mutawatir dari Rasulullah saw. yang didukung dengan ijma' mayoritas ufama.
Sebelumnya telah diuraikan berbagai macam dalil dari al-Quran dan hadits tentang turunnya nabi [sa as. di akhir zaman. Berikut ini akan kita terangkan pendapat ijma' ulama seputar masalah tersebut:
Tidak puas dengan penentangan terhadap dalil-dalil dari al-Quran dan Sunnah serta Ijma' atas kebenaran turunnya nabi Isa, lebih dari itu Syaltut melakukan tindakan pencemaran terhadap hadits-hadits yang sudah secara fakta berasal dari Rasulullah saw. Dalam tanggapannya Syaltut mengatakan: "riwayat hadits-hadits ini cacat dan terdapat perbedaan antara redaksi satu hadits dengan hadits yang lain begitu juga dalam haf makna/pengertian yang tidak mungkin digabungkan sekaligus semuanya." Demikian komentar Syaltut. Kita tahu, siapun orangnya, dan serendah apapun wawasannya tentang hadits, ia pasti meyakini bahwa hadits-hadits yang disabdakan Nabi saw. mengenai masalah turunnya Isa adalah hadits muttafaq (kesepakan bersama ahli hadits) dan tidak terdapat cacat dalam periwayatan hadits-hadits tersebut dan sebenarnya tidak ada perbedaan makna di antara sekian hadits-hadits itu. Kemudian Syaltut menambah kesalahan lain dengan mengklaim: 'Yedaksi hadits-hadits itu disusun oleh ulama-ulama hadits."
Jawabnya, tuduhan ini tidak benar. Ulama-ulama hadits menerima hadits tentang turunnya nabi Isa mencukupi syarat dan kriteria sebagai hadits. Mereka mencatat hadits-hadits itu pada kitab-kitab hadits shahih, kita hadits sunan, dan kitab hadits musnad. Mereka juga menerangkan intisarinya pada buku-buku akidah ulama salaf. Menurut Imam ahlussunnah, Ahmad bin Muhammad bin Hambal -rahimahullah­tentang akidah ahlussunnah wal jama'ah yang diriwayatkan Abdus bin Malid al­Attar, di antaranya ialah "beriman bahwa al-Masih Dajjal akan muncul, di keningnya tertulis kata 'KAFIR' dan dituntut percaya dengan hadits-hadits yang menceritakan tentang Dajjal, mengimani bahwa semua itu ada, dan sesungguhnya Isa bin Maryam akan turun dan membunuh Dajjal."
Imam Abu Muhammad al-Barbahari -rahimahullah- dalam bukunya Syar as-Sunnah, menulis sebagai berikut: "... dan percaya dengan turunnya Isa ibnu Maryam as. la akan turun dan menewaskan Dajjal, ia juga akan menikah, shalat di belakang imam dari keluarga Muhammad saw, kemudian ia akan wafat dan ditanam oleh kaum muslimin."
Berikutnya, at Thahawi .rahimahullah- menulis dalam bukunya yang cukup populer "A 'Aqidah": .. dan kita dituntut percaya dengan tanda-tanda hari kiamat, sejak dari munculnya Dajjal dan turunnya Isa ibnu Maryam as. dari langit."
Syaikh Abu Hasan Ali bin Ismail Al-Asy'ari -rahimahullah- dalam buku Maqalaat Islamiyyin, menulis sebagai berikut: Kesimpulan yang ditarik dari ulama hadits dan sunnah adalah percaya kepada Allah, para malaikat, kitab-kitab suci, para rasul, qadha dan qadar Allah, dan hal-hal yang diriwayatkan ulama-ulama tsiqah dari Rasulullah saw. Tiada sedikit pun yang tidak diterima dari ucapan mereka (... ) dan percaya akan munculnya Dajjal dan Isa ibnu Maryam. Semua ijma' ulama hadits dan sunnah menyetujui turunnya Isa as. Pendapat yang patut diikuti adalah pendapat ulama ini, bukan pendapat orang yang berseberangan dengan mereka. Seperti dikatakan Ibnu al-Qayyim -rahimahullah- dalam bukunya al-Kaafiyah asy-Syaafiyah: "tidak dibenarkan memegang ucapan oxang yang berseberangan dengan pendapat ulama hadits dan sunnah sekalipun jumlah mereka lebih banyak".
Selanjutnya, lmam Abu Muhammad Abdullah bin Abu Zaid al-Qairuwani al-Maliki - rahimahullah- menegaskan: kita wajib percaya akan turunnya nabi Isa as. menjadi hakim adil yang menewaskan Dajjal. Kemudian lebih jelas lagi perkataan Imam Abu Ahmad bin Husein asy-Syafi'i yang lebih dikenal denganjulukan Ibnu Haddad dalam buku akidah-nya: Wajib mempercayai apa pun yang diberitakan Nabi saw. dan yang penukilannya benar berasal dari beliau, baik itu yang sempat kita saksikan atau pun tidak. Kita tahu bahwa Nabi adalah jujur dan benar. (...) dan antara lain tanda­tanda Kiamat adalah seperti munculnya Dajjal, diikuti dengan turunnya Isa ibnu Maryam as. lalu ia menewaskan Dajjal, dan munculnya Ya'juj dan Ma'juj, matahari terbit dari sebelah barat, muncul hewan raksasa, dan sebagainya yang diberitakan hadits shahih.
Syaikhul Islam Abu Abbas Ibnu Taimiyah -rahimahullah- menulis dalam salah satu karyanya: Bab: Masalah Isa ibnu Maryam as. adalah dalam kondisi hidup dan ia diangkat ke langit berikut jasad serta ruh sekalian, dan masalah kalimat dalam ayat: mewafatkanmu dan mengangkatmu ke sisi-Ku, artinya: menggenggammu. Dan dari sumber-sumber terpecaya, bahwa Isa akan turun di daerah Menara Putih, sebelah timur kota Damaskus. Nabi Isa akan menewaskan Dajjal, mematahkan palang salib, membunuh babi, meniadakan jizyah/pajak, menjadi hakim adil tidak berat sebelah. Maksud kata `tuwaffa' dalam ayat adalah makna istifoa' mungkin diartikan `tidur' dan `mati', masing-masing makna sesuai dengan konteks kalimat yang mengiringinya. Qadhi Iyyad -rahimahullah- dalam buku Syarh Muslim, menulis: Turunnya nabi lsa as. dilanjutkan dengan memerangi Dajjal adalah benar dan sah menurut Ahlussunnah, dengan alasan hadits-hadits shahih terbukti mengatakan demikian. Baik secara akal maupun syariat, tidak ditemukan alasan untuk menyalahkannya, maka wajib hukumnya n.engakui kebenarannya. Lain halnya dengan sebagian Mu'tazilah, Jahmiyah dan pemikir yang sependapat dengan dua kelompok tersebut, mereka menganggap hadits-hadits yang mengkabarkan berita itu batal dengan adanya kafimat ayat al-Quran: berbunyi "dan dia (Muhammad) adalah nabi terakhir" dan dengan hadits Nabi saw. "Tidak ada nabi setelah aku", lalu dengan ijma' kaum muslimin bahwa tiada nabi setelah nabi Muhammad saw. dan syariatnya abadi, tidak dinasakh sampai akhir zaman. Dalil yang mereka kemukakan ini tidak bisa dipertanggungjawabkan. Pasalnya, yang dimaksud dengan turunnya nabi Isa, adalah bukan hadir sebagai nabi membawa syariat baru yang menutup masa berlaku syariat (slam/Muhammad. Hadits-hadits yang membuktikan turunnya nabi Isa tiada menyatakan bahwa Isa akan hadir sebagai nabi baru Jan membatalkan syariat. Tetapi yang tepat adalah, hadits ini menyebutkan bahwa Isa akan turun sebagai hakim adil dengan menerapkan hukum Islam dan menghidupkan hukum lslam yang sebelumnya ditendang manusia.
Qadhi lyyad, dalam menanggapi hadits-hadits tentang Dajjal, menulis: Hadits-hadits yang disebutkan para perawi seperti Muslim dan lain-lain tentang kisah Dajjal dapat dijadikan hujjah (bukti kuat) bagi Ahlul haq untuk menyatakan keberadaan Dajjal yang sebenamya, bahwa Dajjal itu tertentu orangnya, sebagai cobaan bagi hamba Allah, dan Allah menjadikan Dajjal mampu menciptakan sesuatu yang berada dalam kekuasaan Allah, seperti menghidupkan orang mati setelah ia bunuh, menumbuhkan bunga-bunga di dunia dan bunga itupun tumbuh subur, ia mempunya surga dan neraka beserta dua sungai di dalamnya, kekayaan bumi semua tunduk di bawah kekuasannya, ia perintahkan langit mencurahkan hujan lalu turun hujan, ia perintahkan tanah menumbuhkan tumbuhan lalu tumbuh. Semua itu terjadi adalah dengan kekuasaan Allah swt. Kemudiar. setelah itu Allah mencabut kemampuan yang dimiliki Dajjal, ia pun tidak sanggup lagi membunuh orang yang mau ia bunuh, segala­galanya yang ia miliki lenyap, dan ia dibunuh oleh Isa as. Dan Allah meneguhkan orang-orang yang beriman. lni adalah paham Ahlussunnah dan sekalian ulama hadits, pikih dan pemikir. Berbeda dengan paham yang berseberangan dengan Ahlussunnah, seperti Khawarij, Jahmiyah dan Mu'tazilah.
Al-Manawi, dalam buku Syarh al-Jami' ash-Shagir, mengatakan: Para ulama sependapat dengan paham turunnya nabi lsa as. tetap sebagai nabi, tetapi tetap menerapkan syariat Islam. Di lain pembahasan, masih dalam buku Syarh al-Jami' ash-Shagir, al-Munawi mengatakan: Di buku al-Mathaami' diterangkan kesepakatan umat akan turunnya nabi Isa., dan tiada seorang pun dari ulama syariah yang membantah hal itu. Hanya saja hal itu tidak diterima para filsuf dan penganut ateisme. Ijma' umat ini disepakati, bahwa Isa akan turun dan menegakkan hukum Muhammad. (al-Munawi).
Menurut hemat saya, kalau dinukil lagi pendapat-pendapat ulama yang selain di atas, pembicaraan kita akan menjadi panjang, saya berharap, keterangan-keterangan yang sudah saya masukkan di sini sudah memadai untuk menangkis kesalahan Syaltut yang berusaha memutarbalikkan fakta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar