Rabu, 25 Mei 2011

yesus inkarnasi Tuhan?

Menurut umat Kristiani Yesus adalah tuhan yang berinkarnasi / menjelma menjadi manusia, agar manusia dapat berkomunikasi secara langsung dan percaya akan firman-firman Tuhan. Tetapi anehnya Yesus tidak pernah mengatakan “Akulah tuhan yang menjelma menjadi Yesus”.

Mereka meyakini bahwa kelahiran Yesus yang ajaib, yaitu tanpa campur tangan seorang bapak adalah sebagai bukti bahwa Yesus memang tuhan, dalil ini sungguh-2 teramat dangkal dan lemah, karena nabi Adam yang lahir jauh lebih ajaib, yaitu tanpa campur tangan seorang bapak sekaligus tanpa campur tangan seorang ibu mereka tidak menjadikan nabi Adam sebagai tuhan, padahal kalau memang alasan kelahiran yg ajaib sebagai bukti Yesus adalah tuhan, maka Adamlah yang lebih patut disebut tuhan daripada Yesus.

Kemudian umat Kristiani juga meyakini bahwa lemukjizatan-2 yang dilakukan oleh Yesus antara lain menghidupkan orang mati, membuat orang buta dapat melihat dan lain-lainnya adalah sebagai bukti bahwa Yesus adalah Tuhan, dalil ini juga teramat lemah dan dangkal, karena nabi Musa yang mendapatkan mukjizat-2 lebih dasyat yaitu dapat membelah laut dan membuat ular dari seutas tali ternyata mereka tidak menjadikan nabi Musa sebagai tuhan, padahal kalau memang kemukjizatan-2 yg dilakukan oleh Yesus sebagai bukti Yesus adalah tuhan, maka Musalah yang lebih patut disebut tuhan daripada Yesus.

Apapun keistimewaan-2 yang ada pada diri Yesus tidaklah membuktikan bahwa Yesus adalah tuhan, leistimewaan-2 tersebut semata-mata ada-lah atas kehendak dan izin Allah semata.

Dalam kitab Taurat, Injil dan Al-Qur’an Allah SWT telah memperkenalkan diri-Nya bahwa Dia adalah Tuhan, sehingga manusia mempunyai dalil secara pasti siapakah Tuhan yang harus diimani dan disembah.

Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku. Taurat : Yesaya 44:6

“...bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.” Injil : Markus 12:31

“Katakanlah:"Dialah Allah, Yang Maha Esa". QS. 112:1


Kalau Yesus tuhan, seharusnya ada dalil yg menunjukkan bahwa Yesus pernah mengaku dirinya sebagai tuhan dan juga harus ada dalil yg me-nunjukkan bahwa Yesus pernah memerintahkan untuk disembah. Ternyata, tidak ada satu ayatpun bahwa Yesus pernah menyatakan “Akulah tu-han Yesus” atau “Sembahlah Yesus”. Bila demikian, maka sudah cukup untuk mengatakan bah-wa Yesus bukan tuhan.

Bahkan banyak sekali ayat-2 yg menunjukkan sebaliknya, yaitu Yesus mengaku dirinya hanyalah seorang nabi utusan Allah,

“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” Yohanes 17:3

Lebih lanjut Yesus justru memerintahkan umatnya untuk menyembah dan berbakti hanya kepada Allah saja,

“Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!“ Lukas 4:8

Dalam Al-Qur’an juga menegaskan bahwa nabi Isa as bukanlah tuhan :

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-2 yang berkata:"Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putera Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata:"Hai Bani Israil, sembahlah Allah Rabbku dan Rabb-mu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengha-ramkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.” QS. 5:72

Sekian ulasan “Yesus bukan tuhan” yang cukup teramat singkat, semoga menambah keimanan kita, amin.

Minggu, 22 Mei 2011

KATA SAMBUTAN


Segala puji bagi Allah Yang tidak (pernah) menjadikan anak, Yang tidak memiliki sekutu dalam Kerajaan-Nya, Yang tiada mempunyai penolong, dan Allah adalah rabb yang Maha Agung.

Kenapa Nabi Isa Di Juluki Al Masih ?



Jawab:

Tidak diragukan lagi, bahwa nama aslinya adalah Isa. Nama itulah yang disebutkan dalam al-Quran seperti dalam ayat :



Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu,09

berikutnya dalam ayat yang artinya:
Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya 10

Kesalahan Makna Ayat Tentang Ruh (Ciptaan)

Kesalahan Makna Ayat Tentang Ruh (Ciptaan)

Bagaimana pendapat anda tentang orang yang memakai ayat: "maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami". Menurut mereka Ayat ini sebagai bukti, bahwa nabi Isa adalah anak Allah. Mahasuci Allah setinggi-tingginya dari tuduhan orang-orang zalim seperti itu.

Jawab:
Makna "Kalimat" daripada-Nya

Apakah maksud 'kalimat' dalam ayat yang artinya: "(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya al­Masih'Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan diakhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)" 34 dan apa maksud kata 'wajih/wijahah' (terkenal ) serta kata 'qurba' (dekat)?

Jawab:

Pengertian Wafat (Isa)



Apakah pengertian ayat: "(Ingatlah), ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu (mewafatkanmu) dan mengangkat kamu kepada­Ku" 26 . Apakah pengertian `wafat' di ayat ini adalah makna sesungguhnya atau tidak?

Jawab:

Tafsir Kata " ALLAH " ( Tanda / Mukjizat )?



Apakah tafsir kata “ALLAH “ (tanda) yang dibawa nabi Isa as. dalam firman Allah swt. yang artinya: "...dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mu jizat) dari Tuhanmu. Karena itu bertaqwalah kepada Allah dan ta'atlah kepadaku" 42 ?

Jawab:

Kontroversi Penciptaan Isa

Bagaimana komentar anda terhadap orang yang menjadikan ayat berikut: "Sesungguhnya misal (penciptaan) 'Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah men­ciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia" sebagai bukti bahwa Isa adalah manusia biasa yang diutus menjadi rasul, bukan seperti yang dikatakan umat Nasrani, bahwa Isa adalah anak Allah -Mahasuci Allah setinggi­tingginya dari tuduhan itu.

Jawab:

Risalah Isa



Benarkah pengertian ayat: "Dan Kami iringkan jejak mereka (nabi-nabi Bani Israel) dengan Isa putera Maryam, mem.benarkan Kitab yang sebelumnya, yaitu . Taurat. Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi), dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertaqwa'; bahwa Isa as. datang sebagai pelengkap dakwah Musa as? Bagaimana pendapat anda mengenai paham yang mengatakan kitab Injil tidak dipalsukan dengan dalil kalimat ayat: °Dan Kami telah memberikan kepadanya kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)"? Dan apakah pengertian kalimat ayat: "dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu kitab Taurat"?

Jawab:

Hukum Berdebat Dengan Menggunakan Dalil Alkitab (Injil)



Apakah hukumnya menurut syariat, jika dilakukan perdebatan oleh sebagian da'i-da'i dengan ahli kitab dengan memakai kitab Injil untuk membuktikan sta­tus kenabian nabi Isa as. dan bahwa ia adalah manusia. Apakah cara ini bertentangan dengan kondisi al-Quran yang berlaku sebagai penasakh (pembatalan hukum) kitab-kitab suci yang terdahulu?

Jawab:

Maryam dengan sebutan AI `Uzara'

Bolehkah menamai Maryam dengan sebutan AI `Uzara' (Perawan Suci), seperti yang dilakukan umat Nasrani?

Jawab:

Dalam bahasa Arab, kata Al `Uzara' artinya gadis perawan. Bentuk lain adalah kata Al'uzrah yang artinya `keperawanan'. lmam Bukhari telah meriwayatkan sebuah hadits dalam pembahasan Adab di kitab shahih, begitu juga Imam Muslim meriwayatkan hadits yang sama dalam pembahasan `keutamaan-keutamaan' (Al Fadhail), dari Abu Sa'id, ia berkata, "Rasulullah saw. lebih pemalu daripada Al `Uzara' (gadis perawan) yang berada di balik tirai/kelambu. Apabila Rasulullah saw. marah pada sesuatu, (kemarahannya) tampak dari rona wajahnya."50 Dengan demikian, Maryam juga dijuluki dengan Al-'Uzara'. Bahkan dalam hal ini tersebut juga dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam kitab Musnadnya jilid 1 halaman 202 dan di jilid 5 halaman 290, serta Ibnu Ishak meriwayatkannya di kitab ar-Raudh al Anfi jilid 1 halaman 211, hadits yang panjang diriwayatkan dari Ummu Salamah dengan sanad yang shahih mengangkat kisah hijrah ke negeri Habasyah. Dalam hadits itu diceritakan, bahwa raja Najasyi berkata hepada rombongan yang hijrah, "Bagaimana pendapat kalian tentang Isa bin Maryam? Ja'far bin Abu Thalib menjawab pertanyaan itu, "Pendapat kami sesuai dengan ajaran yang dibawa nabi kami, bahwa nabi Isa itu adalah hamba Allah, utusan Allah, Ruhullah, Kalimat Allah yang disampaikan kepada Maryam Sang Perawan Suci.51

Bagaimanakah proses terjadinya Maryam mengandung nabi Isa?


Jawab:

Allah berfirman yang artinya:

"Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam "52.

Dan firman Allah yang artinya:

Bolehkah meng­istilahkan kaum Nasrani dengan sebutan `Pengikut al-Masih'?


Jawab:

Istilah yang terdapat dalam al-Quran dan hadits adalah Nashara, sebagaimana firman Allah yang artinya: "Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi dan Nasrani... "57 dan firman Allah yang artinya: "Dan orang-orang Yahudi berkata: "Orang-orang Nasrani itu tidak punya suatu pegangan", dan or­ang-orangNasrani berkata: "Orang-orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu pegangan".58 Dan firman Allah yang artinya: "Dan mereka berkata: "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya kamu mendapat petunjuk"59 dan firman Allah yang artinya: "Or­ang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "al­Masih itu putera Allah."60

Siapakah orang-orang Hawa­riyyun pengikut Isa as.?
Dan kenapa mereka dijuluki dengan nama itu?

Jawab:
 
Mereka adalah pengikut setia nabi Isa as. yang beriman, membenarkan dan mengamalkan ajaran yang ia oawa, baik itu wahyu dan syariat. Mereka tidak mau mengikuti orang Yahudi yang mendustakan dan menuduh ibunda nabi Isa sebagai pelacur. Mereka ini tidak sama dengan umat Nasrani yang bertindak melampaui batas dan mengklaim, bahwa nabi Isa sebagai Tuhan dan anak Allah, atau yang berkeyakinan Trinitas. Hawariyyun patuh kepada nabi Isa as. sebagaimana difirmankan Allah dalam al-Quran yang artinya:

Nasihat Terhadap Umat Nasrani Tentang Kenabian Isa


Apakah pesan anda kepada umat Nasrani, khususnya mereka yang berasal dari bangsa Arab yang berbahasa dengan bahasa al-Quran, dan umumnya kepada sekalian umat Nasrani yang mengangkat kedudukan Isa sampai ke tingkat. Tuhan? Dan apakah buku-buku yang anda anjurkan untuk mereka baca agar mereka paham agama Nasrani yang sebenarnya?

Jawab:
Siapa yang Diserupakan Menjadi Isa
Dari keterangan yang anda berikan, bahwa ada or­ang yang diserupakan dengan wajah Isa karena berbuat curang terhadap Isa, benarkah itu atau tidak?

Jawab:

proses turunnya nadi isa

Bagaimanakah proses nabi Isa ketika turun di akhir zaman nanti?
Dari keterangan yang anda berikan, bahwa ada or­ang yang diserupakan dengan wajah Isa karena berbuat curang terhadap Isa, benarkah itu atau tidak?

Jawab:

Dalam hadits yang terdapat di kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Demi Allah, sudah dekat masanya Isa bin Maryam turun kepadamu menjadi halcim adil, lalu ia akan mematahkan palang salib, ia membunuh babi, mendamaikan peperangan, meluapkan kekayaan sehingga tidak ada seorang pun nanti yang berhak menerimanya (zakat), hingga yang terjadi nanti nilai sekali sujud lebih baik daripada dunia ini dan segala isinya."75 Kemudian Abu Hurairah berkata, "Kalau perlu, silakan baca/pahami ayat "Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya..." yaitu sebelum kematian nabi Isa.

Nabi Musa dan Nabi Isa Berbeda Agama

Apakah Nabi Musa dan Nabi Isa Berbeda Agama?
Apakah hukumnya memakai redaksi "Nabi Musa datang dengan satu agama, dan nabi Isa dengan satu agama" seakan-akan, secara tidak langsung dari redaksinya dipahami, bahwa para nabi berbeda agama? Tolong perkara ini dijelaskan kepada kami.

Jawab:

Redaksi seperti itu seratus persen salah. Agama para nabi adalah satu dalam hal akidah dan tauhid. Allah swt. berfirman yang artinya:

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja) dan jauhilah Thagut itu... "82

Dalam ayat ini Allah swt. menerangkan, bahwa Rasul yang diutus ke setiap bangsa sama-sama menyerukan: "Sembahlah Allah, dan jauhilah Thagut", yakni, sembahlah Allah setulus-tulusnya dan hindari penyembahan terhadap Thagut, yaitu setiap yang disembah selain Allah. Disamping itu Allah swt. juga berfirman:

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Ilah (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku. "83

Maksudnya, masing-masing rasul diwahyukan untuk menyeru kepada kalimat Laailahailallah (Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Selain itu, Allah juga menerangkan, bahwa setiap rasul memulai dakwah dengan mengucapkan: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Ilah bagimu selain-Nya"84

Imam Ahmad, Abu Daud, Ibnu Jarir, meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah ra. Nabi saw. pernah bersabda, "Para nabi semuanya adalah saudara sebapak, tapi berlainan ibu, agama mereka satu". Dan Imam Bukhari meriwayatkan hadits dari Abu Salamah dan Abu 'Amrah, dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: Aku adalah orang paling dekat dengan Isa ibnu Maryam di dunia dan akhirat. Para nabi semuanya adalah saudara sebapak, tapi berlainan ibu, agama mereka satu". Dan di riwayat lain dengan redaksi sedikit berbeda: "saudara sebapak, agama kami satu". Dalam kajian ini, ada beberapa hadits yang mengangkat masalah ini. Rasulullah memberitahu bahwa agama para nabi sama dalam hal tauhid, sedangkan ibu mereka berbeda-beda, maksudnya syariat/hukum. Dan itulah makna ayat: "...untuk masing-masing bangsa kami jadikan syir'ah (jalan/hukum) dan minhaj (sunnah/sistem adalah hal-hal furu')..."85 Maka cara-cara beribadat di aaman Musa terdapat perbedaan sedikit dengan nabi yang sebelumnya. Demikian juga terdapat perubahan dalam syariat nabi Isa. Sebagian yang diharamkan di masa nabi Musa, dibolehkan bagi umat nabi Isa. Wallahu'alam

Apakah Kaum Nasrani Masuk ke dalam Surga


Allah berfirman yang artinya: "Dan sekiranya Ahli Kitab beriman dan bertaqwa, tentulah Kami tutup (hapus) kesalahan-kesalahan mereka dan tentulah Kami masukan mereka ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan."86 Apakah pengertian ayat ini bahwa tidak mesti disyaratkan masuk agama Islam yang notabenenya sudah menasakh syariat agama yang terdahulu?

Jawab:

Ayat suci ini sebagai dalil, bahwa setiap orang yang beriman kepada Allah swt. berikut percaya dengan kitab suci dan syariat yang diturunkan, bertakwa dengan takwa yang sesungguhnya, menghindari segala yang diharamkan dan menjauhi hal-hal yang menyebabkan kemurkaan Allah, maka sesungguhnya Allah swt. mengampuni perbuatan-perbuatan jahat yang pernah mereka lakukan sekalipun sebelumnya mereka pernah berbuat syirik atau kufur. Sebab, keimanan yang benar serta ketakwaan menuntut mereka untuk meninggalkan perbuatan maksiat dan menjauhi dari berbagai macam perbutan dosa. Keimanan yang benar berfungsi menghapus dosa-dosa kejahatannya yang telah lalu dan termasuk dalam kriteria penghuni surga. Sudah pasti, bahwa keimanan yang benar, tidak terlepas dari keimanan terhadap syariah Islam dan juga terhadap nabi Muhammad saw. "...Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka... "87 di mana agama yang Rasulullah bawa menutup masa berlakunya syariat agama-agama langit yang terdahulu dan memenuhi kebutuhan setiap insan. Siapapun yang tidak percaya dengan nabi Muhammad saw. dan tidak mau mengikuti syariatnya, berarti belum seratus persen mukmin muttaqin. Wallahu'alam.





86. QS. al-Maidah 5:65.
87. QS. al-A raf 7 : 157.

diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus...

Apakah tafsir potongan kalimat yang terdapat dalam ayat: "...diwaktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus..."88

Jawab:

Sudah jelas bahwa Ruh Qudus dalam ayat itu adalah malaikat yaitu Jibril as. Penafsiran inilah yang terpercaya, sesuai dengan komentar Ibnu Katsir di kitab Tafsir-nya tentang ayat "...dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mu jizat) kepada `Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus..."89 Ibnu Katsir menerangkan, bahwa itu adalah keterangan yang bersumber dari Ibnu Mas'ud dan disetujui sahabat lain, termasuk Ibnu Abbas, Muhammad bin Ka'ab, Ismail bin Khalid, as-Sadi, Rabi' bin Anas, `Athiyah Al `Aufa, dan Qatadah. Keterangan yang sama juga dimuat Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat, "dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)".

Dalam kitab hadits shahih Bukhari dan shahih Muslim ada hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. bahwa Nabi saw. berdoa untuk Hassan: "Ya Allah, perkenankanlah doaku, kuatkanlah ia (Hassan) dengan ruh kudus (suci)"90, yakni malaikat. Di riwayat lain disebutkan, bahwa Rasulullah saw. berkata kepada Hassan: Serang mereka, malaikat Jibril ada bersamamu" 91. Hassan berkata: "Malaikat Jibril yang disebutkan Rasulullah itu ada di tengah-tengah kami. Ruh suci itu terbukti nyata adanya." Ibnu Hibban dan sanad lain meriwayatkan hadits dari Ibnu Mas'ud, bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya Ruh Kudus diilhamkan ke dalam hatiku, seorang tidak akan mati hingga rezeki dan ajalnya sudah sampai (sempurna).92

Imam Qurthubi meriwayatkan dari Mujahid dan Hasan yang mengatakan: al-Qudus adalah Allah dan Jibril, yaitu ruh tunggal dari sekalian ruh yang diciptakan Allah. Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, `ruh qudus' adalah `Nama Agung' yang dengan sebab itu Isa dapat menghidupkan yang sudah mati. Tafsir yang agak serupa juga diriwayatkan dari Sa'id bin Zubair dan `Ubaid bin `Umair.

Menurut Rabi' bin Anas, al-Qudus adalah Allah swt. Menurut as-Sadi, al-Qudus adalah berkah. Sedangkan al-Aufa meriwayatkan dari Ibnu Ahbas, makna al-Qudus adalah at Thahr (suci). Dan menurut Ibnu Zaid, Allah mengokohkan dakwah Isa dengan kitab suci Injil sebagai nyawa, seperti halnya al-Quran juga berfungsi sebagai nyawa. Menurut az-Zamakhsyari, Ruh Qudus itu ialah ruh Isa, nyawa suci.

Pendapat yang tepat adalah pendapat yang dipilih jumhur ulama (mayoritas), yaitu malaikat Jibril. Isa diistilahkan dengan ruh dari Allah, karena Isa termasuk ciptaan yang terdiri dari jasad dan nyawa. Jibril disebut juga dengan `ruh' karena Jibril terdiri dari ruh saja, tanpa ada jasad yang dapat dicerna dengan panca indra. Jibril adalah suci dan tidak pernah berbuat kemaksiatan dan pelanggaran. Dan pensucian merupakan `pengagungan', seperti dalam ucapan malaikat yang ditampilkan dalam ayat: ".. . dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril)... "93 maksudnya, kami mengagungkan-Mu, memuliakan-Mu dan mensucikan-Mu dari sekalian sifat-sifat kekurangan dan cacat. Wallahu'alam.




88. QS. al-Maidah 5 : 110.
89. QS. al-Baqarah 2 : 87.
90. HR. Bukhari, di kitab shahih dengan nomor hadits 453, Kitab: Shalat, Bab: Membaca syair di dalam masjid. Muslim, dengan nomor hadits 2485, Kitab: Keutamaan Sahabat, Bab: Keisfimewaan Hassan bin Tsabit. Ahmad, di kitab hadits Musnad (5/222). Nasa'i, dengan nomor hadits 716, Kitab: Masjid, Bab: Diiztnkan menyanyikan sya'ir yang baik, sopon, di dalam masjid. Semua riwayat di atas dari Abu Hurairah ra.
91. HR. Bukhari, di kitab hadits shahih dengan nomor hadits 6153, Kttab: Adab, Bab: Cacian kaum musyrtkin, diriwayatkan dari al-Barra' ra. Muslim, dalam kitab shahih dengan nomor hadits 2486, Kitab: Keutomoan sahabat, Bab: Keistimewaan Hassan bin Tsabit, diriwayatkan dari al-Barra' ibnu Azib ra.
92. HR. Abu Nuaim di buku Hilyatul Auliya (10/27) dari Abu Umamah. Hadits ini sahih menurut al-Bani dan terdapat di dalam kitab shahih al-Jami dengan nomor hadits 2085, dan ia kesahihan hadits ini juga diketahui ketika mentakhrij hadits-hadits problem kemiskinan, karangan Yusuf Qardawi.
93. QS. al-Baqarah 2:30.